Hidayatullah.com–Mengingat kondisi Yaman yang semakin tidak menentu, Keluarga Besar Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh membuka Posko Informasi Yaman.
Posko Informasi Yaman dibentuk guna menjadi tempat informasi tentang Yaman terkait meningkatnya eskalasi perang.
“Selain itu juga atas adanya pertanyaan beberapa pihak termasuk rekan-rekan media terkait kondisi terkini dari para masyarakat, khususnya pelajar Aceh di Yaman, maka berdasarkan informasi yang dikumpulkan, baik langsung dari Yaman, maupun dari mahasiswa/alumni yang sudah berada di Aceh,” ujar Fadhil Rahmi, Lc dalam rilisnya.
Untuk memudahkan akses dan keseragaman informasi, IKAT Aceh membuka Posko Informasi dengan nomor kontak/hp: 0852 10 111 000.
Seperti diketahui, Yaman adalah salah satu Negara Arab yang berada di kawasan Teluk Arab dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi dan Oman.
Yaman mempunyai 16 provinsi/Kota. Diantara provinsi/kota tersebut, ada beberapa yang menjadi tempat masyarakat Indonesia umumnya, Aceh khususnya berdomisili.
Seperti kota Sana’a, Ibu Kota Yaman(1 Orang), Tarim (5-10 Orang), Aden, Hudaidah (10 Orang) dan Zabed (2 Orang)
“Menurut informasi yang ada, warga Aceh seluruhnya yang berada di Yaman berkisar antara 30 s.d 50 orang. Tidak ada angka resmi, karena berada di kota yang berbeda-beda dan tidak saling kontak serta koordinasi yang minim,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Tgk. Safwan, Mantan Sekretaris PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Kota Hudaidah, Yaman, beliau beserta 9 orang lainnya warga Aceh yang di menetap di Hudaidah telah dievakuasi dan sekarang berada di Aceh. Hanya tinggal satu orang lagi warga aceh di Kota Hudaidah, yaitu Tgk. Dhiya ul Hady Albairuney, yang juga sebagai Ketua PPI Kota Hudaidah.
Mayoritas yang di Hudaidah adalah Mahasiswa di Universitas Darul Ulum As-Syar’iyyah, Hudaidah.
Selanjutnya, menurut informasi dari Tgk. Dhiya ul Hady Albairuney, Kota Tarim adalah kota yang relatif aman karena jauh dari pusat pertempuran di Aden dan Sana’a. Namunpun begitu, penduduk manapun sudah untuk keluar menuju Tarim karena jalur yang dilalui dalam status peperangan.
Menurut Dhiya, dia tidak mengetahui persis kondisi masyarakat Aceh yang di Aden, sedangkan yang di Tarim, info terakhir 4 warga Aceh sudah dievakuasi via Negara Oman.
“Kota Aden termasuk yang terparah, terakhir terkepung selama 5 malam. Di Aden terkumpul beberapa kekuatan, ada ISIS, Al-Qaidah, Syiah, dan Loyalis Pemerintah.”
Info terakhir, seluruh warga Aceh di Yaman dalam kondisi dan posisi aman. Tadi malam satu orang warga Aceh yang berada di Kota Zabed sudah bergabung dengan Dhiya di Hudaidah.*