Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Menulis Bagian Dari Pilar Peradaban Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juni 2015 07:04 7:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juni 2015 07:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bertempat di aula Pusdiklat Hidayatullah Batu Malang, Yayasan Bina Qolam mengadakan kegiatan Workshop Keilmuan Penulis Muslim (WKPM).

Acara diselenggarakan hari Sabtu 6 Juni 2015 ba’da shubuh(04.50), diawali dengan taushiah dunia penulisan yang disampaikan oleh Fahmi Salim Lc, Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesial (MIUMI) DKI Jakarta dan diikuti 24 peserta dari berbagai kota.

Lulusan Universitas al-Azhar Mesir ini memulai materinya  dengan mengatakan menulis adalah bagian dari peradaban Islam.

Pernyataan tersebut terinspirasi dari wahyu yang pertama kali diturunkan Quran Surat Al-‘Alaq: 1-5 serta Al-Qalam 1-2).

“Membaca adalah bagian penting dari peradaban, menulis tidak bisa dipidahkan dari membaca, sebab orang tidak akan bisa menulis kalau tidak ada bahan bacaan. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan, menulis adalah pilar peradaban,” ujar Fahli Salim.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Penulis yang berhasil menyelesaikan studi masternya dengan fokus Tafsir Hermeneutika ini menandaskan, ‘kegiatan menulis tidak dimulai dari ruang hampa. Ini artinya, penulis harus mempunyai banyak bahan bacaan, bukan saja terbatashanya pada buku atau secara literal, tapi bisa juga membaca alam, diri mamusia sendiri serta fenomena apapun yang bisa menjadi bahan bacaan. Sebab semakin banyak bahan bacaannya, maka semakin besar peluang untuk menulis.
Tak tidak kalah penting, para penulis Muslim harus mengerti dan mengetahui pemikiran para ulama. Hal ini dibutuhkan agar penulis tidak serampangan dalam aktivitas kepenulisannya. Di samping itu akan membuatnya lebih terarah.

“Para penulis Muslim, harus mengetahui kronologi pemikiran ulama,” ujarnya.

Beliau juga menekankan agar para penulis Muslim tidak merasa sombong dan Percaya Diri (PD) telah menemukan hal baru, karena sejatinya orang-orang sekarang sebenarnya hanya menghimpum atau menertibkan ide-ide yang berserakan dari ulama-ulama terdahulu. Kalau pun ditemukan ide-ide baru, yang perlu digarisbawahi ialah ide baru yang ditemukan adalah bagian dari kontribusi penulis-penulis terdahulu.

Mengingat tugas penulis sangat berat, maka penulis harus sungguh-sungguh dan berendah hati. Ia memceritakan, bahwa ada sementara orang yang merendahkan kontribusi Imam Ghazali dalam bidang tulisan lantaran banyak hadits-hadits dha’if. Padahal banyak juga hadits shahihnya.

Yang tak kalah penting, kontribusi rill Imam Ghazali ialah membuat perubahan dalam bidang tulisan. Kitab Ihya Ulumiddin misalnya, dibuka dengan bab ilmu dan ulama.

“Asas pembukaan Yerussalem ialah: ilmu. Dan ini adalah pelajaran besar dari Imam Al Ghazali. Melalui tulisan, Ghazali mampu memacu spirit mujahid Muslim, yang pada akhirnya bisa merebut Yerussalam atas izin Allah.”

Di tengah geliat budaya tutur (pidato, ceramah dan lain sebagainya) yang digemari kasyarakat, ustad yang sudah menulis dua buku ini, memberi saran pada para peserta,  agar jangan hanya bangga menjadi dosen, guru atau penceramah, tapi tak bisa menulis.

Karena, efek dan jangķauan ceramah sangat terbatas. Adapun penulis, bisa lebih besar, luas dan panjang efek dan pengaruhnya.

“Menulislah apa yang diceramahkan, dan menceramahkan apa yang ditulis,” demikian salah satu tips yang layak dicoba bagi para penulis Muslim dalam menutup materinya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al QolamFahmi SalimImam Al Ghazaliislammenulisperadaban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diskusi Pra-Muktamar NU Ke-33 Akan Bahas Ahlus Sunnah Versi An-Nahdhiyah
Tulisan selanjutnya Gubernur Jabar Resmikan Pembangunan Masjid Agung Nuu Waar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?