Hidayatullah.com–Muhammad Idrus Ramli, atau akrab disapa Gus Idrus, Anggota Dewan Pakar PWNU Jawa Timur dikabarkan bersedia dicalonkan sebagai ketua umum (Ketum) PBNU pada Muktamar Ke-33 di Jombang, Jawa Timur, tanggal 1-5 Agustus mendatang.
“Insya Allah bersedia,” komentar pendek Gus Idrus ketika ditanya perihal kabar pencalonannya sebagai ketum PBNU.
Masuknya nama Idrus Ramli ini akan semakin membuat semarak calon Ketum PBNU di Muktamar ke-33 nanti. Sebelummnya, KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) sudah lebih dahulu menyatakan kesiapan.
Menurut informasi yang dihimpun hidayatullah.com, pencalonan Gus Idrus yang juga Rais Syuriyah PCNU Kencong-Jember ini atas dorongan kiai yang mengharapkan ada ‘penyegaran’ di tubuh NU.
Salah satunya dari KH. Muhammad Najih Maimoen, putra kiai kharismatik KH. Maimoen Zubair.
“Mereka telah mencalonkan saudara kami al-Fadhil Kiai Muhammad Idrus Ramli sebagai calon Ketua Umum Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar yang nanti akan dilaksanakan di Jombang Jawa Timur. Maka, saya al-Faqir Muhammad Najih Bin Maimoen mendukung menguatkan atas pencalonan dengan memandang bahwa Syekh Muhammad Idrus Ramli merupakan salah satu tokoh ulama yang gigih membentengi Aswaja,” tulis Gus Najih Maimoen dalam surat dukunganya yang ditulis dengan bahasa Arab.
Dukungan terhadap Gus Idrus juga diutarakan oleh KH. Lutfi Bashori, Anggota Syuriyah PCNU Singosari-Malang.
“Sepintas, memang Ustadz Idrus Ramli jauh lebih layak menjadi Ketua Umum PBNU,” ujar Kiai Luthfi.
Menurutnya, Gus Idrus adalah salah satu tokoh muda NU yang sangat loyal kepada aturan Qanun Asasi (AD/ART) NU, serta ajaran Aswaja sesuai pemahaman KH. Hasyim Asy’ari.
“Adalah kewajiban bagi seluruh pengurus Jam’iyyah NU untuk kembali merujuk isi Qanun Asasi (AD/ART) Jam’iyyah NU, serta wajib mengamalkan ajaran pendiri NU, yaitu Hadlratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari”, tegasnya.
Munculnya nama Gus Idrus pertama kali dirilis laman nugarislurus.com. Idrus sendiri mengaku, awalnya tidak bersedia dicalonkan sebagai ketum PBNU. Tapi karena didorong beberapa kiai untuk memperjuangkan NU sesuai cita-cita pendirinya, ia akhirnya bersedia.
“Mengembalikan perjuangan NU ke jalan yang telah dirintis oleh para masyayikh pendiri NU,” ungkap kia yang dijuluki ‘Pendekar Aswaja’ itu.
Visi yang ia usung mengembalikan NU sesuai pendirinya dengan cara pendekatan-pendekatan tradisi ilmiah. Kia asal Jember ini memang dikenal kepakarannya dalam ke-Aswaja-an. Ada puluhan buku yang telah ditulis, semuanya tentang tradisi Aswaja.
Semenjak pencalonannya mengemuka, dikabarkan PCNU Bangka Tengah dan PCNU Bangka Selatan telah menyatakan dukungannya. Selain itu menurut informasi yang didapat hidayatullah.com, PCNU Nganjuk dan yang lainnya juga menyusul akan mendukung Gus Idrus.
Selain Gus Idrus, sebelumnya sudah ada empat calon yang mengemuka. Yaitu KH. Said Aqil Siradj, KH. Salahuddin Wahid, KH. Muhammad Adnan, dan KH. Asad Said Ali.
“Kalau memang saya diberi tugas ya akan saya kerjakan,” kata Gus Solah ketika ditemui pada acara Silaturahim Nasional Tentang Penguatan Aswaja (ahlussunah wal jamaah) dan Penanggulangan Terorisme Dalam Ketahanan Nasional di Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat lalu.
Sementara Ketua PBNU Dr Said Aqil Siradj juga menyatakan kesiapan maju kembali menjadi calon Ketua
“Kalau dipercaya kembali, saya bersedia, saya siap,” kata Said Aqil setelah menghadiri Launching Sukses Muktamar NU Ke-33 di halaman kantor Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, Sabtu, 14 Maret 2015.*