Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Politikus PDIP: Indonesia Tak akan Besar Jika Jiplak bangsa Arab, Amerika, atau China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 November 2019 07:09 7:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 November 2019 07:09
Bagikan
Poliltikus PDIP Ahmad Basarah
Bagikan

Hidayatullah.com– Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua MPR RI menyebut bahwa Indonesia tidak akan besar jika menjiplak ideologi bangsa lain.

“Bangsa Indonesia enggak akan jadi bangsa besar kalau kita menjiplak bangsa Arab, Amerika, atau China. Kita bisa besar kalau bisa pedomani ideologi sendiri, yakni Pancasila,” ujarnya pada acara Pembekalan Materi Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Penceramah, Pengajar, dan Pemerhati, yang digelar BPIP, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin malam kutip Antaranews, Selasa (19/11/2019).

Menurut Basarah, Amerika menjadi besar karena memegang teguh falsafah bangsanya, China yang kini menuju sebagai raksasa ekonomi dunia karena berpegang teguh pada falsafah bangsanya sendiri, demikian pula Jerman, maupun Jepang.

Baca: Wantim MUI: Menolak LGBT Berarti sesuai Pancasila

Menurut Basarah, tak ada bangsa yang menjadi besar dengan menjiplak ideologi atau falsafah bangsa lain yang tak sesuai dengan akar budaya dan adat istiadatnya.

“Paling sederhana saja. Keluarga, di rumah, punya falsafah keluarganya masing-masing, dengan nilai, dan sebagainya. Di situlah, keluarga tumbuh dan besar,” sebutnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Seperti keluarga, sebutnya, bahwa bangsa Indonesia tak akan mungkin menjadi bangsa yang besar kalau menjiplak falsafah bangsa lain. Karena menurutnya budaya bangsa lain belum tentu sama dengan sejarah bangsa Indonesia, dengan budayanya, adat istiadatnya.

“Sebuah bangsa di dunia hanya akan menjadi bangsa yang besar ketika berpegang teguh dengan falsafahnya sendiri,” sebutnya.

Basarah berpendapat bahwa Pancasila adalah ideologi yang terbaik dan paling cocok bagi bangsa Indonesia sebab menurutnya bukan hanya membebaskan bangsa Indonesia dari kolonialisme, namun juga mempersatukan bangsa.

“Apakah kemudian kita mau bereksperimen dengan mencoba ideologi-ideologi milik bangsa lain? Dalam catatan saya, tidak ada bangsa yang menjadi besar ketika bangsa itu menjiplak falsafah bangsa lain,” sebutnya.

Baca: Din: Islam dan Pancasila Berbeda tapi Selaras

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin pernah mengatakan bahwa  jangan pernah membenturkan umat Islam dengan Pancasila.

Karena, menurutnya, bagi umat Islam, Pancasila itu kristalisasi nilai-nilai Islam atau yang dia sebut “ideologisasi Islam”.

“Secara kategori berbeda, agama berdasarkan wahyu God mind dari Ilahi, sedangkan Pancasila hanya ideologi hanya pikiran. Maka secara kategori, kan, enggak bisa disamakan,” ujarnya saat Rapat Pleno ke-26 Wantim MUI di kantor MUI, Jakarta, kemarin, Rabu (21/03/2018) diberitakan hidayatullah.com sebelumnya.

Din menambahkan, Pancasila bukan agama dan jangan dipaksakan untuk menjadi agama. Agama lebih tinggi lebih luhur.

Ia pun mengutip penggalan ayat ke-102 dari Surat Ali Imron yang berbunyi, “…Wala tamutunna illa wa antum Muslimun (Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (Muslim).)“. “Bukan wa antum Pancasila,” imbuh Din.

Ia juga menyatakan, dua hal yang berbeda secara kategori bahwasanya agama itu merupakan wahyu dari Allah, sedangkan Pancasila buatan manusia, tidak selalu serta merta bertentangan. Bahkan katanya boleh jadi bisa berkesesuaian.

Maka kata Din, nilai-nilai Pancasila adalah sesuai, selaras, dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. “Islam tetap lebih mulia dan luas,” ungkapnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad BasarahArabASbangsachinaideologiindonesiaMPR RIpancasilaPDIP
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Baru Ada 18 RS, Pengembangan Rumah Sakit Halal Sangat Prospektif
Tulisan selanjutnya Ilmu dan Kaderisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?