Hidayatullah.com — Di pengujung hari-hari bulan suci Ramadhan 1436, organisasi kepemudaan islam nasional, Syabab Hidayatullah, menyerukan kepada umat Islam di nusantara untuk melakukan munajat sepenuh hati untuk terciptanya kekokohan dan persatuan umat. Tidak saja Indonesia tapi juga dalam skala global.
“Mari memanfaatkan betul hari-hari Ramadhan yang tersisa ini. Bulan Ramadhan adalah momentum tepat untuk melanggengkan tradisi kebajikan amal shalih, apalagi pada sepuluh hari terakhir Ramadhan yang di dalamnya terdapat satu malam dijanjikan Allah Ta’ala sebagai masa-masa mustajab untuk doa doa yang kita sampaikan,” kata Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Naspi Arsyad, dalam keterangan persnya diterima media ini, Ahad (12/07/2015).
Selain itu, Naspi menyatakan, bulan Ramadhan hendaknya melahirkan kebaharuan insani yang menjunjung tinggi ukhuwah umat, kerelaan untuk berbagi, dan tumbuhnya saling pengertian.
“Dengan demikian, terbangunnya empati saling keterhubungan yang harmonis akan menutup celah adu domba diantara umat Islam,” ucapnya.
Ia menambahkan, semua komponen umat Islam hendaknya selalu menjalin tali silaturrahim dan menanggalkan ego sektoral gerakan sebab sejatinya Ramadhan mengajarkan kita tentang sikap egalitarian untuk merangkul semua dengan didorong semangat tawassuth.
“Dengan adanya kesatupaduan bersama ini akan menguatkan umat menghadapi berbagai tantangan yang mengemuka dewasa ini,” imbuhnya.
Momentum Ramadhan, lanjut dia, hendaknya menjadi hulu pacu dalam gerak bersama membangun peradaban Islam yang seyogyanya merupakan kewajiban setiap muslim dengan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dengan memakmurkannya.
“Menjadikannya (masjid) pusat kegiatan ibadah, pusat pengembangan ilmu, pusat kebudayaan Islam, dan pusat pengembangan karakter dan kepemimpinan umat,” pungkasnya.