Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Rupiah Dinilai Masih ‘Mencemaskan” Pasca Pidato Nota Keuangan Presiden Jokowi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2015 08:23 8:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2015 08:23
Bagikan
Untuk pertama Kalinya menjabat presiden, Jokowi bacakan Nota Keuangan
Bagikan

Hidayatullah.com–Masa Sidang kelima telah resmi dimulai sehingga membuat agenda DPR RI yang telah menumpuk pada masa sidang sebelumnya diharapkan dapat segera diselesaikan. Hal ini penting, mengingat ada 37 RUU yang masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2015.

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI  Sukamta mengungkapkan harapannya pada masa sidang kelima ini.

“Dengan dibukanya masa sidang kelima, kami menginginkan adanya peningkatan produktivitas seluruh anggota dewan, terlebih terdapat target prolegnas prioritas dan penyikapan kondisi ekonomi nasional yang kian hari kian mengkhawatirkan,” ungkap Sukamta Rabu (05/08/2015).

Secara khusus Anggota Badan Anggaran DPR RI ini juga menyoroti kondisi ekonomi nasional hari-hari ini yang kian memprihatinkan. Pada penyampaian keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2016 beserta Nota Keuangan pada 14 Agustus 2015 yang lalu diantaranya disebutkan bahwa  asumsi nilai tukar rupiah tahun 2016 adalah sebesar Rp13.400 per dolar AS , Asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 adalah sebesar 5,5 persen dan asumsi laju inflasi tahun 2016 adalah sebesar 4,7 persen.

“Kami tentu berharap bahwa penyampaian pidato Presiden RI mampu membangkitkan optimisme pasar dan ekonomi nasional pada umumnya, namun ternyata tidak indah seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tidak disangka pasca pidato Presiden RI akhir pekan lalu dalam rangka penyampaian nota keuangan belum bisa dikata berujung manis. Laju rupiah yang diharapkan kembali menunjukkan penguatannya setelah adanya political budgeting kepala pemerintahan sekaligus kepala negara, justru belum mampu  membuat rupiah berdiri tegak, bahkan cenderung terus melemah.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pembukaan perdagangan hari ini (18/08) di level Rp13.820/USD. Posisi tersebut memburuk 33 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.787/USD saat pembacaan nota keuangan. Sedangkan posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.831/USD, juga melemah 68 poin dari posisi akhir pekan lalu di level Rp13.763/USD.

“Apa mau dikata, kondisi ini diperparah dari imbas kekhawatiran devaluasi lanjutan yuan yang hari ini kembali terkoreksi dan masih melemahnya sejumlah harga komoditas membuat laju USD tak terbendung, sehingga laju rupiah pun terus terlibas semakin dalam dan ketidakpastian ekonomi masih menggelayuti ekonomi bangsa kita hingga saat ini.” Ujarnya

Sedangkan mengenai tim ekonomi pemerintah yang baru, Politisi PKS ini mengungkapkan harapannya tersendiri.

“Kini tugas berat berada di pundak bapak presiden, apakah pesimisme pasar dan faktor tekanan eksternal oleh yuan tiongkok dan dollar Amerika mampu diatasi dengan baik ditengah hasil reshuffle  tim ekonomi yang baru, namun sejujurnya hingga kini masih diragukan kapabilitas dan kesolidannya termasuk kejelasan agenda kerja yang dibawanya,” ungkapnya.

Sukamta yang pernah mengenyam program doctoral di Salford University of Manschester Inggris ini menambahkan bahwa pidato presiden pada penyampaian Nota Keuangan 2016 terlihat cukup optimistis bahwa pada tahun depan ekonomi Indonesia akan lebih baik, namun demikian hal ini kurang dibarengi dengan penyampaian program dan rencana jangka pendek yang mampu meredam kepanikan pasar dan stabilisasi ekonomi nasional.

“Sektor saham hari ini (18/08) dibuka melemah semuanya, termasuk postur anggaran yang berpeluang membawa deficit yang semakin besar, utang negara yang semakin besar, kemungkinan inflasi yang masih tinggi dibuktikan dengan harga beberapa bahan pokok yang melambung tinggi dalam dua hari ini, maka sangat sulit mengharapkan rupiah menguat. Apalagi dengan faktor eksternal yang masih kuat, bisa saja kurs rupiah terjerembab semakin dalam, bahkan bisa jauh dari asumsi yang dibuat, program penyelamatan ekonomi nasional masih buram,”. tambahnya.

Oleh karena itu, Wakil rakyat dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengingatkan kepada pemerintah agar setiap tindakan yang dilakukan oleh Presiden, wapres maupun para pembantunya dapat secara konkret menyelesaikan program mendasar termasuk RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan dan program-program yang konstruktif dan solid.

“Tantangan saat ini adalah mulai munculnya keraguan sebagian besar publik, bahkan pelaku bisnis mulai ragu untuk berinvestasi. Asumsi dan perencanaan yang dibuat oleh pemerintah saat ini baru direspon sekedar sebagai “janji” atau lips service, dengan kemungkinan kecil untuk tercapai, boleh dikata gayung pun belum tentu bersambut, “ ujarnya.

Kondisi rupiah yang mulai “mencekam” memang menjadi sorotan, karena mengalami penurunan yang terparah dan menyentuh level terburuk sejak krisis moneter (krismon). Saat ini pemerintahan Jokowi perlu segera berlari mengejar segala ketinggalan. Bila asumsi kurs terlalu jauh dari kenyataan, maka anggaran yang direncanakan bisa tidak realistis dan kemungkinannya akan berubah total.

“Nampaknya pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pergantian menteri dan tim ekonomi, namun tanpa membuat desain penyelamatan ekonomi nasional yang lebih konkret dan jelas, saat ini pemerintah mulai terlihat rapuh, rakyat sudah mulai gelisah menunggu, para pelaku ekonomi harap-harap cemas,” pungkasnya.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dolarJoko widodoJokowikeuangankrisis menoneterrupiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Akan Gelar Munas IX di Surabaya
Tulisan selanjutnya Jusuf Kalla: Insya Allah Umat Islam Tolikara Aman dan Nyaman Beribadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?