Hidayatullah.com – Kalau amar ma’ruf nahi munkar tidak jalan, maka siksaan akan datang. Maka dari itu kita harus khuruj dalam dakwah, tidak boleh tinggal diam.
Demikian disampaikan Ustadz Abdurrahman, selaku pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, di hadapan ratusan aktivis Hidayatullah yang tergabung dalam Kafilah Dakwah Surabaya. Sabtu (26/09/2015) di Masjid Aqshal Madina.
Pertemuan itu bertujuan sebagai media silaturahim sekaligus guna menyatukan kembali visi dan gerak langkah Kafilah Dakwah Surabaya.
“Kalau ideologisnya jelas, sistem dan strateginya jelas. Tidak akan butuh waktu lama untuk Hidayatullah memberi warna khususnya bagi Surabaya,” ujar Abdurrahman.
Mantan Ketua DPP Hidayatullah ini mengingatkan bahwa sejatinya tidak ada alasan untuk tidak berdakwah, seperti alasan sibuk, pekerjaan, rumah tangga dan lainnya.
“Semua bisa disiasati. Misalnya sambil jalan-jalan bersama keluarga sekaligus silaturahim dengan masyarakat di tempat dakwahnya,” paparnya.
Tapi, lanjut Abdurrahman, kita juga perlu melihat terlebih dahulu peta objek dakwah, masjid binaan yang ada, wali murid, pelanggan majalah dan aspek lain yang bisa dijadikan akses menyampaikan dakwah.
“Saya ingin gerakan ini benar-benar bisa dirasakan, bukan sekedarnya saja,” tegasnya.
Terakhir, Abdurrahman menyampaikan beberapa nasihat dari ayat Al-Qur’an surat At-Taubah, agar menambah spirit para Kafilah Dakwah dalam menjalankan perannya di lapangan.
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui,” tuturnya sambil membacakan salah satu terjemah ayat.
Sebagaimana diketahui, Kafilah Dakwah Surabaya adalah program dakwah seluruh aktivis Hidayatullah Surabaya yang di tempatkan di setiap kecamatan yang ada di Surabaya. */Yahya G. Nasrullah