Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerhati Sirah: Perayaan Idhul Ghadir Tak Dikenal dalam Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 14:12 2:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 14:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI) Asep Sobari, Lc menegaskan bahwa perayaan Idul Ghadir bukanlah milik umat Islam bahkan tidak ada dalam sejarah, sebab yang tercatat di dalam sejarah hanyalah peristiwa Ghadir Khum dan pidato Rasulullah.

“Kita (umat Islam) itu harus sensitif, sebab Idul Ghadir itu istilah Syiah yang menyeratkan,” kata Sobari kepada hidayatullah.com, di Kalibata, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Sobari menuturkan kalau mengkaji pespektif kelompok Syiah tentang Idul Ghadir, tampaknya ada usaha mengangkat perayaan Idul Ghadir sebagai supaya menjadi popular di kalangan masyarakat Indonesia.

“Di kalangan Syiah sendiri perayaan Idul Ghadir memang sudah popular, termasuk peringatan Asyura di mana keduanya jadi perayaan bagi mereka,” kata Alumnus Universtias Islam Madinah ini.

Menurut Sobari, kedua perayaan tersebut sangat berkaitan erat di kalangan kelompok Syiah. Untuk peringatan Asyura, lanjutnya, lebih kepada doktrin bahwa Syiah ini merupakan pembela ahlu bait. Maksudnya manivestasi cinta kepada keluarga Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam yang ditunjukkan dengan bagaimana mereka seakan ikut merasakan penderitaan di hari yang sama sebagaimana peristiwa yang menimpa Husein.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Nah, ini sangat penting untuk dipahami, karena itu adalah esensi Syiah. Di mana, mereka mengklaim sebagai pecinta dan pembela keluarga Nabi, dan harus dibuktikan dalam momen Asyura itu,” ujar Sobari yang menggandrungi Sirah sejak di bangku perkuliahan ini.

Di sisi lain, imbuhnya, di saat yang sama mereka juga ingin memanivestasi cinta sekaligus benci kepada musuh yang mereka anggap sebagai keluarga Nabi dan celakanya orang-orang yang dianggap musuh oleh Syiah itu justru merupakan orang-orang terbaik di sisi Nabi.

Menurut Sobari, ajaran Syiah adalah ajaran cinta dan benci yang keduanya menyesatkan. Cinta yang salah karena mereka telah mengklaim mencintai keluarga Nabi tetapi sekaligus membenci keluarga Nabi (tidak mencintai secara utuh keluarga Nabi atau memilah-milah orang-orang tertentu,red).

“Nah, ini persoalannya. Dan itu yang mereka ajarakan dan wujudkan dalam sebuah perayaan yang sangat besar pengaruhnya bagi mereka,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ghadir khumidul ghadirsejarah Islamsirahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perusahaan Transportasi Asing Gunakan Bagasi Jamaah untuk Menyelundupkan Narkoba ke Saudi
Tulisan selanjutnya ‘Aisyah, Wanita Yang Diberkahi dan Al-Ifkul Akbar [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?