Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Akan Dirikan Universitas Islam Internasional

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 November 2015 05:49 5:49 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 November 2015 05:49
Bagikan
Kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang/ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintah bermaksud mendirikan Universitas Islam Internasional atau yang juga disebut Graduate University of Islamic Studies (GUIS). Rencana pendirian perguruan tinggi ini terus dibahas dan dimatangkan.

Menurut Sekjen Kemenag Nur Syam, sebagai bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia, sudah sewajarnya Indonesia mempunya perguruan tinggi Islam berskala internasional. Kamis (29/10/2015) lalu, sejumlah pejabat berkumpul di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jusuf Kalla, untuk melakukan pembahasan mengenai rencana pendirian Universitas Islam Internasional (UII).

Hadir di dalam acara ini Wapres Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir, Menteri PAN-RB Yuddi Chrisnandi, Wamenlu Muhammad Fachir, Seswapres Mohammad Oemar, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, dan Deputi SDM Bappenas Subandi, serta tokoh dan pakar lintas keahlian, misalnya Komaruddin Hidayat, Bachtiar Effendi, Marsudi Syuhud (NU), Imam Addaruquthni (Muhammadiyah), Quraisy Syihab, Alwi Syihab, Jimly Ash Shiddiqi, dan sejumlah intelektual Muslim lainnya.

“Universitas Islam Internasional yang didesain untuk bisa menjadi ikon bagi pengembangan studi Islam ini, hanya akan mengembangan program strata dua dan tiga,” kata Nur Syam. Perguruan tinggi ini diharapkan akan menghasilkan ahli-ahli riset tentang ilmu keislaman yang mumpuni dan berwawasan kemajuan.

“Lahirnya Graduate University of Islamic Studies (GUIS), bukan pada banyaknya alumni yang dihasilkan, akan tetapi pada kualitas alumni yang diproduksinya,” jelasnya, Minggu (1/11/2015).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini memandang bahwa pengembangan ilmu keislaman (Islamic Studies) di Indonesia sudah mengenal dua pola atau dua arah, yaitu: arah pengembangan studi Islam murni (pure Islamic studies) dan ilmu keislaman integrative (integrative Islamic studies). Pola pertama dikembangkan melalui pendirian Ma’had Ali dengan berbagai variasi keilmuannya, lalu untuk mengembangkan integrasi ilmu didirikan berbagai UIN dengan varian program studinya.

“Keduanya merupakan bagian tidak terpisahkan di dalam kerangka pengembangan ilmu keislaman, yang ke depan diharapkan akan lebih relevan dengan kebutuhan umat beragama di dunia internasional,” tegasnya.

Mencermati kedua arah pengembangan ilmu keislaman tersebut, Nur Syam berpandangan tentang pentingnya menjelaskan kekhususan dan keunggulan dari GUIIS ini. Ini penting agar alumni GUIS nantinya jangan sampai kualitasnya berada di bawah Ma’had Ali atau PTKIN. Salah satu distingsi yang harus diperkuat adalah riset dan bahasa. Dari distingsi ini diharapkan akan memunculkan ekselensi yang merupakan keunggulannya.

Mengutip pendapat Jusuf Kalla, Nur Syam menambahkan bahwa dunia internasional sekarang ini lebih tertarik pada Islam Indonesia. Mereka semua heran bagaimana Islam Indonesia bisa rukun dan damai. Sementara di Timur Tengah terjadi konflik yang belum jelas kapan selesainya.

“Sejak perang Irak, kondisi Timur Tengah terus dilanda perang saudara hingga saat ini. Itulah sebabnya, Islam Indonesia harus tampil ke depan untuk memimpin dunia. Islam Indonesia adalah contoh terbaik tentang bagaimana Islam dapat menjadi lokomotif bagi tumbuh kembangnya demokrasi dan kemajuan,” katanya.

Ke depan, menurut Nur Syam, harus ada lembaga pendidikan yang dapat menjawab tantangan zaman dan itu justru dipertaruhkannya kepada Islam Indonesia. “”Tidak ada lain, yang harus diperbuat dalam waktu secepatnya adalah mendirikan pendidikan tinggi yang ikonik dan memiliki jangkauan wawasan yang luas dan keislaman yang mendalam,” jelas Nus Syam, seperti diberitakan laman Kemenag.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:studi keislamanuniversitas islam internasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai AKP Menang Mayoritas, Ahmet Davutoglu Sebut Kemenangan Semua Orang
Tulisan selanjutnya Berkebun Bisa Sehatkan Mental

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?