Hidayatullah.com – Keterlibatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai tuan rumah gelaran International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke IV dinilai sebagai salah satu upaya penting dalam mendorong terjuwudnya UIN Malang sebagai perguruan tinggi internasional.
Demikian disampaikan rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo kepada wartawan seusai pembukaan ICIS ke IV di Auditorium UIN Maliki lantai 4, Senin, (23/11/2015).
Menurutnya, keterlibatan UIN pada ICIS menjadi langkah yang sangat penting mengingat salah satu mimpi UIN Maliki Malang untuk menjadi universitas international.
“Kita ingin ada universitas Islam selain Al-Azhar yang mempunyai peranan besar bagi dunia. Karena itu kami akan terus bekerja keras untuk mewujudkan mimpi itu,” ungkapnya.
Berkaitan dengan peranan besar sebuah kampus, Prof. Mudjia menyatakan bahwa universitas harus mampu menjembatani kepentingan masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang damai.
Maka dari itu, lanjut Prof. Mudjia, tugas universitas jika hanya bertumpu dengan apa yang disebut sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi, hari ini sudah sangat tidak relevan.
“Ada tugas lain, yaitu universitas sebagai penegak moral dan penyuara kebenaran. Inilah yang kami perjuangkan setelah tri dharma pendidikan,” jelasnya.
Prof. Mudjia juga menyatakan, universitas yang dinilai tumbuh sangat cepat dalam 11 tahun terakhir ini, terdapat mahasiswa asing dari 32 negara yang belajar didalamnya.
“Hal itu juga sebagai salah satu poin potensial untuk mengakselerasi langkah internasionalisasi universitas,” pungkasnya.*