Hidayatullah.com– Belakangan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Organisasi yang telah membubarkan diri ini dinilai merupakan aliran yang menyimpang dari Islam alias sesat.
Terkait itu, pengamat aliran sesat, Hartono Ahmad Jaiz, mengatakan, ada dua sumber yang menyebabkan suatu pemahaman menjadi sesat.
Demikian disampaikannya saat mengisi taklim triwulan gelaran Ikatan Keluarga Besar Alumni Persis Bangil (IKAPB) Jabodetabek.
Acara ini berlangsung di Masjid Al-Anwar, Jl Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Di depan 30-an anggota IKAPB, ia menjelaskan, sumber pertama tersebut adalah, ketika suatu pemahaman telah menyingkirkan rujukan utama dalam Islam.
“Ajaran Islam selalu merujuk pada wahyu. Namun, ketika pemahaman tentang itu disingkirkan, umat jadi tidak merujuk pada wahyu dalam memahami masalah yang terjadi. Inilah sumber pertama munculnya aliran sesat,” jelasnya di depan awak hidayatullah.com.
Sumber kedua, kata Hartono, intinya sama dengan sumber pertama. Yaitu, umat dibuat berpaling atau tidak merujuk pada wahyu, dalam hal ini al-Qur’an dan Hadits.
Ahad (24/01/16) siang itu, Hartono pun menghimbau agar umat Islam selalu merujuk pada wahyu setiap menghadapi isu yang terjadi, terutama aliran sesat.
“Kita harus senantiasa kembali pada wahyu Allah,” ujar penulis buku Nabi-nabi Palsu & Para Penyesat Umat ini.*/ Ali Muhtadin