Hidayatullah.com– Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Nila F Moeloek, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi. Khususnya atas kemudahan yang diberikan Kerajaan dalam proses kepulangan Hj Culan Kasim, 58 tahun –sebelumnya ditulis 55 tahun.
“Dan juga kami mengucapkan terima kasih kepada Embassy Kedutaan Besar Kerajaan Saudi Arabia di Jakarta,” ujar Menkes dalam jumpa pers usai menyambut Culan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Ahad, 23 Rajab 1437 (01/05/2016).
Ia mengatakan, proses pemulangan Culan ke Indonesia dengan Saudi Medevac atau ambulans udara berbiaya miliaran rupiah. Namun begitu, biaya tersebut ditanggung oleh Arab Saudi.
“Cost dari mereka. Begitu sampai di Fatmawasi, Kemenkes yang akan mengatur dan mengelolanya. Kita punya BPJS dan keluarganya juga mempunyai Kartu Indonesia Sehat. Kalau nggak salah beliau (Culan) guru, sehingga ada Askes dan BPJS,” jelasnya.
Menkes menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Nikmah Nur Hasan Matasif, seorang manager promosi pelayanan kesehatan RS Garda Nasional, Jeddah, Arab Saudi.
“Saya berterima kasih juga kepada Otoritas Bandara Halim yang berkenan menerima pesawat dan memfasilitasi semua ini. Kalau tidak, kita mendarat dimana gitu?” ujarnya disambut tawa para wartawan. [Baca: Jamaah Haji Indonesia Korban Musibah Mina Dipulangkan dengan Pesawat Khusus]
Lika-lika Proses Kepulangan
Informasi yang dihimpun hidayatullah.com, Nikmah berdarah Indonesia asal Lubuk Sakti, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Terlahir sebagai anak mantan pegawai KBRI di Jeddah, Nikmah termotivasi turut mengusahakan pemulangan Culan. Ia pun berkorespondensi dengan para pengambil kebijakan di Arab Saudi.
Usai bertemu Menkes Nila di RS Garda Nasional, Maret 2016, ia berkirim surat atas nama Direktur Eksekutif Pelayanan Kesehatan di Kementerian Garda Nasional wilayah Barat. Dalam suratnya, Nikmah menegaskan bahwa Culan adalah salah seorang korban peristiwa Mina pada musim haji 1436H/2015 yang masih koma. Kondisinya menuntut agar Culan dievakuasi ke Indonesia dengan fasilitas Medevac, guna mendapatkan perawatan lanjutan dengan pendampingan keluarga.
Surat itu ditujukan kepada Gubernur Makkah, Emir Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz. Lalu ditindaklanjuti surat kepada Muhammad bin Naif bin Abdul Aziz, Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri, sekaligus sebagai pemangku kuasa Komite Tertinggi Haji.
Mereka pun menyepakati usulan tersebut, yang juga merujuk pada surat dari Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI)-KJRI yang diteruskan kepada Kementerian Luar Negeri bidang Pertahanan yang dipegang Deputi Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.
Menurut Dimyathi, kelancaran proses pemulangan Culan tak terlepas dari upaya aktif semua pihak, termasuk persetujuan Kementerian Luar Negeri Saudi.
Dalam jumpa pers di Bandara Halim, Nikmah mengatakan, sudah menjadi tugasnya melayani para jamaah haji terkhusus yang dirawat di RS Garda Nasional. “Semua jamaah haji adalah tamu kami…. Terima kasih banyak kepada Anda semua (pihak yang terlibat. Red),” ujarnya berbahasa Inggris.
Proses serah terima Culan dari pihak Kementerian Luar Negeri RI ke Menkes dan Dirjen PHU dilakukan di Bandara Halim. Turut hadir Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil serta Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis. [Baca: Pemulangan Istimewa Hj Culan, Pertama Kali dalam Sejarah Perhajian Indonesia]*