Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KAMMI Mengutuk Kejahatan Islamophobia Pasca Pemilu AS

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 November 2016 06:08 6:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 19 November 2016 08:03
Bagikan
Kekerasan terhadap Muslim meningkat pasca terpilihnya Donald Trump jadi presiden
Bagikan

Hidayatullah.com–Insiden teror dan rasisme terhadap minoritas Muslim Amerika Serikat (AS) pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ditanggaapi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

“KAMMI mengutuk keras kejahatan rasial dan diskriminatif yang saat ini terjadi di AS pasca kemenangan Trump di pemilu presiden. Gelombang kekerasan ini menunjukkan gejala rasisme dan Islamofobia yang gawat di AS,” kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Adhe Nuansa Wibisono Jumat (18/11) di Jakarta.

Wibisono menilai, pernyataan Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang rasialis dan diskriminatif selama kampanye menjadi pemicu bagi meningkatnya tindakan kekerasan terhadap kelompok minoritas di AS.

“Ini menjadi bukti bahwa perkataan Trump yang rasis dan diskriminatif menjadi pemicu kekerasan yang dilakukan oleh pendukungnya. Saat kampanye Trump pernah mengatakan ‘Islam memicu kebencian terhadap America’, ‘Orang Mexico sebagai kriminal dan pemerkosa’, dan ‘Kembalilah ke Afrika’. Komentar Trump ini kemudian diwujudkan oleh pendukungnya menjadi kekerasan rasial yang nyata,” tegas Wibisono.

Pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS, gejala rasisme, Islamofobia dan xenofobia meningkat di berbagai daerah di AS. Pernyataan Trump dalam kampanyenya terhadap kaum minoritas dan imigran diduga sebagai penyebab meluasnya diskriminasi dan kejahatan rasial di AS.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Terdapat serangan terhadap mahasiswi muslim di berbagai lokasi di AS seperti New York, San Diego State University dan San Jose University. Mereka diserang, dilecehkan dan dipaksa untuk melepaskan hijab, bahkan sampai ada yang diancam dibakar jika tidak melepaskan hijab. Para penyerang melontarkan komentar terkait Trump dan Muslim.

Selain itu juga muncul graffiti bernuansa rasis dan teror di seantero AS seperti graffiti bertuliskan “Trump” di depan pintu mushalla yang telah dirusak di New York University. Graffiti berbunyi “hanya untuk kulit putih”, “Amerika kulit putih”, “Trump” dan “Go back to Africa” di Minnesota High School. Graffiti rasisme di Durham, North Carolina yang menyatakan “Nyawa orang kulit hitam tidak penting, begitu juga suara kalian”.

Kebencian terhadap Islam Meningkat di Amerika

Gejala rasisme itu terlihat dari meningkatnya tindak kekerasan terhadap kelompok minoritas selama beberapa tahun terakhir. Data yang diriilis FBI menyebutkan kekerasan rasial terhadap minoritas meningkat 6,7 persen dari tahun 2014 ke 2015. Pada 2014 terjadi 5.479 kasus kejahatan rasial dan meningkat tajam menjadi 5.860 kasus pada 2015.

Sementara itu The Southern Poverty Law Center, lembaga bantuan hukum untuk kaum minoritas, menyatakan telah terjadi sekitar 300 kasus penyerangan, pelecehan atau intimidasi terhadap minoritas di AS sejak hari pemilihan umum.

Merespon kondisi sosial yang tidak stabil, faktor keamanan dan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di AS juga menjadi perhatian KAMMI, “Meningkatnya serangan terhadap minoritas dan juga gejolak demo anti-Trump yang meluas juga akan berdampak pada keselamatan WNI,” ungkap Wibisono.

“Oleh karena itu, KAMMI menghimbau kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Kemenlu, KBRI dan KJRI, agar dapat memberikan perlindungan terhadap WNI yang berada di AS. Jangan sampai WNI kita menjadi korban dari kejahatan rasial yang tidak terkendali ini,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald TrumpislamofobiaKammikejahatan rasialKesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesiaminoritas Muslim Amerika Serikat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koalisi Arab Cegat Kapal Memuat Senjata ke Yaman
Tulisan selanjutnya KH Arifin Ilham: Mukmin Cinta Allah, Pasti Cinta Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?