Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meminta pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla mengevaluasi kebijakan bebas visa kepada negara-negara sahabat, terutama China dan negara-negara di Afrika.
“Kebijakan bebas visa kepada China tidak efektif karena tidak meningkatkan jumlah wisatawan, tidak resiprokal, dan bahkan rawan disalahgunakan dengan banyaknya kehadiran tenaga kerja ber-skill rendah,” ujar Arsul di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (28/12/2016) dikutip Antara.
Menurut Arsul, kebijakan bebas visa Indonesia sepatutnya mendapat respons sama dari Pemerintah China yang hanya memberikan bebas visa terhadap wisatawan Indonesia selama tiga hari.
Sebaliknya Indonesia memberikan kebijakan bebas visa lebih lama kepada wisatawan China.
Sementara itu, anggota DPR yang juga dari PPP, Irghan Chairul Mahfiz, meminta pemerintah transparan soal keberadaan tenaga kerja asing (TKA) terutama dari China.
“Informasi soal TKA dari China cukup masif, ada TKA profesional dan ada juga TKA dengan keterampilan rendah atau buruh kasar,” ujar Irghan.
Dia memasalahkan buruh kasar impor karena menurutnya masih banyak warga negara Indonesia yang belum memiliki pekerjaan layak.
“Maraknya TKA masuk ke Indonesia karena adanya kebijakan bebas visa dari pemerintah Indonesia kepada negara-negara sahabat,” ungkap Irghan tanpa memberikan dasar argumentasi.
Irghan menambahkan, proses izin kepada TKA harus ketat dan tepat, misalnya, izin untuk proyek di lokasi A maka hanya berlaku di lokasi A, tidak dapat pindah lagi ke lokasi lain.
Pengibaran Bendera China di Maluku Utara Dipandang Ancaman atas Indonesia
Klaim Presiden
Sebelumnya, Presiden Jokowi membantah soal kabar bahwa Indonesia kebanjiran TKA ilegal terutama dari China. Ia menyebutnya sebagai ‘fitnah yang tidak boleh dipercaya begitu saja’.
Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung yang acara peresmiannya digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa (27/12/2016).
Adhie Massardi: Munculnya Sikap Anti China Karena Tingkah Laku Ahok
“Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak,” klaim Presiden.*