Hidayatullah.com- Terkait kondisi dunia Islam saat ini, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mendesak pemerintah agar mengambil inisiatif dan melibatkan diri secara lebih aktif.
Yaitu, kata Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie, dengan pemerintah turut serta menyelesaikan krisis politik di negara-negara berpenduduk Muslim, seperti di Timur Tengah, dan krisis Rohingya di Myanmar.
Krisis Rohingya, Presiden Jokowi Diminta Bersikap Tegas kepada Myanmar
Hal itu ia katakan saat memaparkan rekomendasi Silaknas 2016 ICMI di Kantor Pusat ICMI, Jakarta, Selasa (03/01/2017).
Selain persoalan politik internasional, ICMI menyinggung berbagai masalah nasional di Indonesia.
Antara lain soal ekonomi, Jimly memaparkan, kebijakan liberalisasi ekonomi masih menyisakan persoalan.
Dan secara pragmatis, imbuhnya, belum memberikan optimisme sebagai jalan keselamatan bagi masa depan bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan.
Krisis Aleppo, Pejabat Kedubes Suriah Didesak Tinggalkan Indonesia
Termasuk, kata dia, kesenjangan dan ketimpangan ekonomi juga merupakan disparitas penghambat kemajuan ekonomi Indonesia. Bahkan secara nyata menunjukkan adanya gejala gagalnya pemerataan ekonomi.
“Maka pemerintah diharapkan segera mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang berkeadilan,” ucapnya.
Tak lupa, sambungnya, upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi harus dilakukan secara lebih agresif dan efektif.
ICMI Minta Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Penistaan Agama dengan Adil
Selain itu, diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, ICMI juga menyinggung soal kasus penistaan agama yang saat ini tengah bergulir.*