Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penjajah Kaget, Sekolah PBB Palestina Hapus Israel dari Peta di Buku Pelajaran

Thoriq
Terakhir diupdate: 4 Januari 2017 09:49 9:49 am
Thoriq
Dipublikasikan 4 Januari 2017 09:47
Bagikan
"Israel" lenyap di peta negara-negara Arab di buku pelajaran PBB di Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh pihak penjajah Israel terhadap buku-buku sekolah PBB yang dikelola di Tepi Barat  ditemukan untuk secara konsisten tidak ada pengakuan apa yang mereka sebut sebagai “negara Israel”.

Sebagaimana dilansir oleh media pendudukan Ynet News (3/1/2017), bahwa buku teks yang ditulis oleh Kementerian Pendidikan Palestina  yang digunakan di sekolah-sekolah yang dikelola oleh Relief and Works Agency PBB (UNRWA) di Gaza dan Tepi Barat, ditemukan penemuan yang mengejutkan pihak penjajah. Yakni, bahwa sekolah-sekolah PBB itu tidak mengajarikepada anak-anak Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara sama sekali.

Penelitian ini dipresentasikan oleh Dr Arnon Gross yang selaku penerjemah buku-buku dan Dr. Ronni Shaked dari Harry Truman Research Institute di Universitas Ibrani di Yerusalem. Dalam salah satu buku sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah PBB di Palestina, Zionisme didefinisikan sebagai gerakan kolonialis yang didirikan oleh orang-orang Yahudi Eropa untuk mengumpulkan orang-orang Yahudi dari seluruh dunia dan untuk menempatkan mereka di Palestina untuk hidup bersama dengan di negara-negara Arab tetangga lainnya. Di buku diktat juga berpendapat bahwa Zionis melakukan hal ini melalui metode seperti imigrasi dan memaksa untuk mengusir penduduk Arab dari tanah mereka. Sekolah-sekolah itu juga tidak menyebutkan tempat suci  yang diakui oleh Yahudi di seluruh metari pelajaran mereka. Sebaliknya, buku teks mengajarkan bahwa tempat tempat suci itu milik Muslim  dan orang-orang Yahudi berusaha secara tidak sah untuk mengambil kendali.

Buku teks yang digunakan oleh PBB itu juga meniadakan keberadaan bahasa Ibrani. Dimana buku yang ditulis oleh orang-orang Palestina menghapus tulisan Ibrani dan hanya menyisakan bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam gambar prangko yang digunakan selama Periode Mandat Inggris yang ditulis dalam bahasa Ibrani, Inggris, dan Arab

Selain itu, tidak ada referensi untuk kehadiran Yahudi di Palestina, juga tidak ada kota-kota yang diakui Yahudi dan kota-kota yang didirikan setelah tahun 1948 terhapus dari peta yang diberikan kepada anak-anak Palestina. Tel Aviv, kembali bernama “tel al-Rabia.” Kata al-rabia berarti musim semi di Arab.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaidah Kehidupan: Perilaku Lingkungan Cermin Perilaku Kita
Tulisan selanjutnya ICMI Desak Pemerintah Berperan Aktif Atasi Krisis Dunia Islam Saat ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?