Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dinilai Berbahaya, Bila Pergantian Kekuasaan Lalu Buat Tafsir Tunggal Pancasila

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Juni 2017 06:50 6:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Juni 2017 06:44
Bagikan
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak.
Bagikan

Hidayatullah.com– Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sikap perdebatan dan mengklaim paling Pancasila justru merusak bangunan kesepakatan yang sudah ditata selama ini.

“Menurut saya justru itu menunjukkan bahwa kita semua tidak Pancasilais,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima hidayatullah.com Jakarta, Rabu (31/05/2017).

Diketahui, Hari ini, Kamis, 1 Juni 2017 ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Hari Lahir Pancasila.

Baca: Kiai Shomad: Jangan Gampang Menuduh Anti Pancasila!

Dahnil menilai, Pancasila adalah kesepakatan bersama sebagai bangsa dan negara yang berdiri atas dasar kesadaran kolektif bahwa bagsa Indonesia majemuk atau beragam.

“Kesadaran kolektif atas keberagaman Indonesia itulah yang membuat tidak boleh ada kelompok yang merasa ‘paling’, ‘superior’, atau ‘kelompok nomor satu’,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Maka, sambung Dahnil, berbahaya dan tidak baik, bila pergantian kekuasaan kemudian membuat tafsir tunggal terhadap Pancasila. Karena bisa menyakiti golongan politik lainnya, dan sejatinya sedang mengkhianati keberagaman golongan dalam Indonesia.

“Dan tentu itu adalah tindakan dan sikap yang bertentangan dengan Pancasila itu sendiri,” imbuhnya.

Baca: Zaman Soeharto, Jika Berbeda Pandangan dengan Presiden Disebut Anti Pancasilais

Menurutnya, saat ini adalah momentum pembuktian untuk mengisi Pancasila dan berkarya setelah memiliki Indonesia yang merdeka. Bukan saatnya lagi mempertentangkan ideologi Negara, apalagi berusaha merusak ideologi yang sudah dibangun bersama.

“Momentum semua anak negeri untuk berkarya menuju Indonesia yang maju, makmur, adil dan bermartabat. Indonesia dimana kegembiraan selalu dihadirkan dalam keberagamannya, bukan justru ditebar kecemasan-kecemasan yang menurunkan semangat produktivitas seluruh anak negeri,” jelasnya.

“Jadi, Pancasila adalah milik kita semua dan kita semua adalah Pancasila, saatnya berkarya,” pungkas Dahnil menutup.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1 Juni 2017Dahnil Anzar SimanjuntakHari Lahir PancasilaJokowi-JKkeragamaanKetua Umum PP Pemuda Muhammadiyahklaim PancasilapancasilaPancasila 1 JuniPancasilaispenguasaPresiden Joko Widodorezimtafsir Pancasilatafsir tunggal Pancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presidium Alumni 212 Minta Presiden Hentikan Kegaduhan, Setop ‘Kriminalisasi’ Ulama
Tulisan selanjutnya Semua Berlomba Berbagi di Masjid Nabawi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?