Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Presidium Alumni 212 Minta Presiden Hentikan Kegaduhan, Setop ‘Kriminalisasi’ Ulama

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Juni 2017 06:17 6:17 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Juni 2017 06:17
Bagikan
Konferensi pers Presidium Alumni 212 di Masjid Baiturrahman, Jakarta, Rabu (31/05/2017) soal 'kriminalisasi' ulama.
Bagikan

Hidayatullah.com– Presidium Alumni 212, para tokoh yang mewakili masyarakat yang mengikuti Aksi Bela Islam 212, meminta kepada Presiden Joko Widodo agar menghentikan segala kegaduhan politik yang terjadi saat ini.

Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mengatakan, penghentian kegaduhan itu yakni dengan menyetop segala bentuk kedzaliman berupa kriminalisasi, fitnah, tuduhan makar, pelanggaran HAM, dan diskriminasi hukum lainnya kepada para ulama dan aktivis.

Baca: Munarman: Sepanjang Oposisi terhadap Penguasa, Siapapun Sangat Mungkin Dikriminalisasi

Apalagi, dalam momentum Ramadhan kali ini, Sambo berharap Presiden bisa mengerti perasaan umat Islam. Sehingga dengan kembali damainya kondisi bangsa, kebersamaan dapat terajut, program pemerintah dalam rangka menyejahterakan rakyat dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu gelombang aksi massa.

Namun, kata dia, sangat disayangkan di tengah harapan yang begitu besar kepada Presiden, justru kegaduhan kembali terjadi dengan penetapan tersangka Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Habib Rizieq Shihab, yang dinilai kental nuansa rekayasa.

“Bukannya menyiram air malah menyiram bensin ke dalam api. Justru memperkeruh suasana dan menambah akselerasi perpecahan,” ujarnya dalam konferensi pers di Masjid Baiturrahman, Jakarta, Rabu (31/05/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Terkait ‘Kriminalisasi’ Ulama dan Aktivis, Komnas HAM Akan Panggil Presiden

Ia menilai, baru pada rezim kali ini merasa terjadi perlakuan diskriminatif menggunakan aparat penegak hukum terhadap umat Islam dan para ulama.

“Dimana penista agama Islam di satu sisi dilindungi, sedangkan umat dan ulama yang menuntut keadilan justru didzalimi, dikriminalisasi, diteror, dituduh makar, dan dilanggar hak-hak kemanusiaannya,” ungkap Sambo.

Ia mengungkapkan, jika perilaku penguasa sekarang ini tidak segera dihentikan dan diakhiri, maka akan sangat berbahaya bahkan berpotensi memicu konflik horizontal, disintegrasi bangsa, dan merusak keutuhan NKRI.

Baca: Penetapan Habib Rizieq Tersangka Dinilai Indikasi Tirani, Pengacara Tempuh Praperadilan

Karenanya, terang Sambo, perlu adanya upaya menyelematkan bangsa Indonesia dari penguasa yang dzalim. Pihaknya menyerukan dan mengajak untuk melakukan perlawanan hukum secara konstitusional.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokAlumni Aksi Bela IslamAnsufri Idrus SamboBasuki Tjahaja PurnamaHabib Rizieq ShihabJokowikasus Ahokkegaduhan bangsaKetua Presidium Alumni 212kriminalisasikriminalisasi ulamapenistaan agamaPresiden Joko WidodoPresidium Alumni 212ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya mengusap wajah setelah berdoa Ancaman Allah Jika Hamba Enggan Berdoa
Tulisan selanjutnya Dinilai Berbahaya, Bila Pergantian Kekuasaan Lalu Buat Tafsir Tunggal Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?