Hidayatullah.com– Dewan Pembina Yayasan al-Manarah al-Islamiyah, Syeikh Kholid al-Hamudi berpesan, agar jurnalis Muslim senantiasa bersatu dan berhimpun.
“Karena Allah bersama jamaah. Dan selama kita dalam persatuan, maka selama itulah kita berada dalam keberkahan,” ujarnya di hadapan puluhan pegiat media yang hadir dalam Simposium Jurnalis Muslim di Kota Padang, Sumatera Barat. Simposium berakhir kemarin, Kamis (20/07/2017).
Baca: Rektor UIA Sambut Baik Usaha Jurnalis Muslim Indonesia Menyatukan Umat
Ia juga meminta para jurnalis Muslim agar jangan berhenti saling berkomunikasi dan terhubung. Bahkan ketika tidak membicarakan tentang media sama sekali.
Syeikh Kholid pun mengungkapkan, sebagai wartawan atau pegiat media kelak akan ditanyakan apa yang ditulis dan diberitakannya.
Apalagi, menurutnya, apa yang ditulis dan beritakan tersebut dapat bertahan hingga 50 tahun dan seterusnya.
“Dan akan kita pertanggungjawabkan, karena itu hendaknya kita menulis hal-hal yang dapat menjadi amal shaleh kita kelak di akhirat,” terangnya.
Baca: Dakwahi Firaun, Nabi Musa Disebut Juga Didukung Kekuatan Media
Selain itu, Syeikh Kholid juga mengimbau, agar jurnalis Muslim senantiasa mengupayakan untuk menghimpun dan tidak memecah belah.
Terakhir, sambungnya, jurnalis Muslim hendaknya lakukan verifikasi seakurat mungkin sebelum menulis suatu berita.
“Sebagaimana firman Allah untuk bertabayun,” pungkasnya.
Baca: Simposium Jurnalis Muslim Lahirkan “Komitmen Padang”, Sepakat Bela Umat Islam
Yayasan al-Manarah al-Islamiyah menyelenggarakan Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang sebagai tuan rumah selama 4 hari (17-20/07/2017). Dirangkai dengan Simposium Jurnalis Muslim yang menghasilkan komitmen membentuk jaringan.*