Hidayatullah.com– Umat Islam harus cerdas dalam menggunakan media sosial (medsos). Jangan sampai medsos menjadi bumerang yang menyebabkan bertambahnya dosa.
Hal itulah yang disampaikan Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo di sela-sela acara Wisuda IIQ.
“Alangkah baiknya jika media sosial dipakai untuk berdakwah sampaikan yang positif, bukan negatif,” kata Huzaemah kepada wartawan termasuk hidayatullah.com usai menghadiri acara wisuda ke-18 IIQ di Graha Widya Bhakti, Puspitek, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (26/08/2017).
Sementara itu, sebelumnya dalam orasi ilmiah yang disampaikan di hadapan ratusan wisudawan, Huzaemah menyampaikan 4 tuntunan al-Qur’an dalam penggunaan medsos digital yang saat ini sedang digandrungi masyarakat dunia.
“Dalam al-Qur’an ditemukan beberapa kata kunci tentang komunikasi negatif. Kata kunci ini pada saat yang sama juga mengisyaratkan tentang pentingnya sikap hati-hati, mawas diri, dan cerdas literasi tentang media sosial,” kata wanita yang juga kini menjadi anggota Dewan Syariah Nasional MUI itu.
Sebelum menyebar berita, sambung Huzaemah, hendaknya umat Islam harus memeriksa terlebih dahulu. Apakah berita itu valid atau masih ragu kebenarannya.
Baca: Pastikan, Media Sosial Digunakan untuk Merajut Ukhuwah dan Silaturahim
“Sebaiknya kita berhati-hati ketika mendapatkan berita melalui media sosial. Jangan buru-buru men-share berita-berita yang belum diketahui kebenarannya.
Jika diketahui kebenarannya, perlu ditimbang apakah apakah berita tersebut mendapatkan manfaat atau justru mendatangkan madarat,” pungkas wanita kelahiran 30 Desember 1946 ini.*