Hidayatullah.com– Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, memaparkan bahwa kampung-kampung yang ada di kota Surabaya diubah menjadi kampung dengan produksi barang yang bermanfaat.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Untuk Negeri (Seruni) yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) di Gedung Auditorium Soeria Atmaja, Depok, Jawa Barat, Kamis (05/10/2017).
“Ada kampung kue, ada kampung batik, dan macem-macem,” tuturnya.
Wali Kota yang akrab disapa Bu Risma ini mengungkapkan bahwa setiap kampung memiliki produksi barang yang berbeda-beda.
“Tiap kampung harus satu product, tidak boleh sama,” imbuh Risma.
Risma menuturkan bahwa kampung Dolly yang sempat menjadi kawasan prostitusi kini sudah jauh berubah.
“Sekarang kami bangun lapangan futsal. Saking seneng-nya anak-anak main bola sampek jam 3 pagi,” katanya.
Baca: “Wisma Barbara” Dolly Akan Jadi Tempat Kerajinan Sepatu
Bahkan, sambungnya, Dolly yang sudah dijadikan sebagai kawasan produksi sandal mampu memproduksi 7.000 sampai 10.000 sandal per-hari.
Dengan kampung yang sengaja diciptakan seperti itu, jelas Risma, akan berdampak dengan murahnya harga kebutuhan pokok di Surabaya.
“Bah (meskipun. Red) lebaran, bah Natalan enggak ada harga naik di Surabaya,” pungkasnya.* Ali Muhtadin