Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan siapapun agar tidak melakukan demonstrasi ke Kolese Kanisius.
Sebab menurutnya, apa yang dilakukan salah seorang alumnus Kanisius, Ananda Sukarlan, tempo hari tidak mewakili institusi Kanisius. Seperti diketahui, Sukarlan walk out ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pidato pada peringatan 90 tahun Kanisius.
“Hak memang untuk demonstrasi. Kami pahami itu. Tapi enggak tepat diarahkan ke institusi pendidikan (Kanisius). Di situ anak-anak lagi sekolah, kok malah didemonstrasi,” ujar Dahnil kepada para wartawan termasuk hidayatullah.com, Jumat (17/11/2017) di halaman Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.
Dahnil melanjutkan, pihak Kanisius pun sudah bertemu Gubernur Anies untuk meminta maaf, meski katanya bukan kesalahan mereka.
Menyikapi sikap politik Sukarlan, menurut Dahnil, jangan sampai menyeret umat beragama dan institusi Kanisus.
“Saya juga kalau melihat sikap seperti itu kecewa sekali. Sikap seperti itu tidak mencerminkan sikap orang-orang yang punya etika. Tapi kemudian tidak diarahkan kemarahan itu, kesalahan itu, protes itu ke College Canisius,” ucapnya.
Dahnil menyarankan kepada pihak-pihak yang tidak setuju dengan sikap Sukarlan untuk berdialog ke Kanisius.
“Mari sama-sama kita rawat toleransi. Kalau ndak bersepakat, kalau kecewa, berdialoglah. College juga terbuka untuk berdialog dengan siapa saja. Asal dengan tidak cara-cara anarkis dan sebagainya,” pungkasnya.* Andi