Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres JK: Budaya dan Bahasa Melayu Menjadi Pemersatu

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 20 November 2017 12:31 12:31 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 20 November 2017 12:30
Bagikan
Wapres Jusuf Kalla pada acara Tamadun Melayu Antar Bangsa di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Ahad (19/11/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menekankan, bahasa dan budaya Melayu merupakan pemersatu bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, budaya dan bahasa Melayu telah menjadi budaya nasional bangsa Indonesia, meskipun penduduk Melayu bukan penduduk terbesar namun bahasa Melayu menjadi bahasa pemersatu.

“Itu tidak terjadi di banyak negara. Banyak negara yang bahasa persatuannya dua atau tiga karena tidak ada yang jadi pemersatu bangsa-bangsa itu. Karena itulah, bangsa Melayu menjadi salah satu pemersatu bangsa ini karena itu kita mengharapkan selalu kemajuan dan kebaikan yang tinggi,” ucapnya saat membuka perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Ahad (19/11/2017) lansir Setwapres.

Baca: Ulama-Ulama Melayu Lintas Negara Harus Bersatu

Lebih lanjut Wapres mengatakan, Lingga telah menjadi bahagian sejarah yang penting dalam kehidupan kebangsaan Indonesia sehingga kemajuannya menjadi tanggung jawab bersama.

“Dan tentu karena itu, apa yang diharapkan Pak Bupati, Gubernur, tentu bahagian dari upaya yang dilakukan kita bersama-sama. Karena kemajuan itu usaha bersama, pemerintah, masyarakat, dan tadi investasi dari luar,” terangnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Di kesempatan tersebut, Wapres JK tak lupa mengucapkan terima kasih atas pemberian Gelar Adat “Sri Perdana Mahkota Negara” dari Lembaga Adat Melayu (LAM) di Balai Agung Negeri.

“Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada saya dan istri saya. Sebagai penghargaan kepada mahkota negara masyarakat dari daerah kepada Wapres secara pribadi sungguh sangat saya hargai. Itu sejalan dengan bagaimana hubungan kita sejak dulu. Bagaimana raja-raja Malayu dan Bugis memajukan bangsa ini; ada Daeng Marewa, Daeng Parani, Daeng Maluwu, Daeng Cella yang hadir di sini untuk bersama-sama dengan masyarakat Melayu menjaga sejengkal tanah di negeri ini,” ujarnya.

Baca: Aksi Kostum Melayu Muslim Patani

Melayu-Bugis

Selain itu, Wapres JK juga menyampaikan selamat atas dinobatkannya Sultan Mahmud Riayat Syah yang juga dikenal dengan sebutan Sultan Mahmud Syah III, sebagai Pahlawan Nasional. Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan salah satu Sultan di Kerajaan Lingga-Riau-Johor-Pahang, yang diajukan sebagai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Lingga. Sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Johor-Riau-Lingga dan Pahang, banyak kebijakan Sultan Mahmud Syah III yang strategis dan monumental.

Salah satu langkah Sultan Mahmud Riayat Syah adalah menguatkan persaudaraan antara Melayu dan Bugis melalui ‘sumpah setia’ dan pernikahan antara kedua suku. Kebijakan Sultan ini terbukti mampu menangkal politik adu domba penjajah.

Wapres JK menyatakan, sumpah setia Melayu-Bugis ini sangat penting dan monumental dalam persatuan bangsa. Sebab satu dari timur dan satu dari barat, dengan adat istiadat yang berbeda namun saling mendukung. “Itu artinya sejak dulu kita berpikir tentang kebangsaan yang besar tidak hanya memikirkan diri sendiri,” lanjut Wapres JK.

Hubungan Melayu-Bugis telah terjalin dengan baik dan tidak bisa dipisahkan. Wapres JK berpesan agar hubungan baik ini dapat tetap terjalin bukan hanya antara Melayu-Bugis, tapi antara semua suku-suku bangsa di Indobesia.

“Ini yang perlu kita lakukan, tetap kita bersatu untuk kerja bersama-sama. Saya yakin semangat dan kebersamaan di sini, apalagi dengan Tamadun Melayu menjadi perekat semangat kemajuan bersama,” ucap Wapres JK menutup sambutannya.

Baca: Sultan Perak Tegur Orang Melayu Malaysia Agar Tak Lupa Daratan

Perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa, diadakan bersamaan dengan perayaan HUT ke-14 Kabupaten Lingga yang jatuh pada tanggal 20 November 2017.

Perhelatan Tamadun Melayu ini bertujuan untuk mengumpulkan para tokoh Melayu dan budayawan serumpun untuk membahas pencapaian Melayu masa lalu saat dipimpin Sultan Mahmud Riayat Syah.

Negara-negara serumpun yang diundang pada perhelatan tersebut di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Vietnam, Kamboja hingga Madagaskar. Tamadun Melayu antar Bangsa ini juga menjadi ajang promosi kebudayaan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bahasa Melayubudaya Melayubudaya serumpunBugisKabupaten LinggaKepulauan RiauLembaga Adat MelayumelayuMelayu-BugisPahlawan Nasionalpersatuan bangsasejarah MelayuSri Perdana Mahkota Negarasuku di IndonesiaSultan Mahmud Riayat SyahSultan Mahmud Syah IIIsumpah setia Melayu-BugisTamadun Melayu Antar BangsaWakil Presiden Jusuf KallaWapres JK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendeta Dublin: Jangan Pakai Kata Christmas, Sudah Dibajak Santa
Tulisan selanjutnya Lombok Timur Diterjang Banjir, Masa Darurat 18-24 November

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?