Peta tersebut menggambarkan terdapat 150 juta orang yang tinggal di wilayah rawan bencana. Sebanyak 60 juta berada di wilayah rawan banjir, 40 juta orang berada di wilayah rawan longsor, 4 juta orang di wilayah rawan tsunami, dan 1,1 juta orang berada di wilayah rawan erupsi.
“Dari Sabang sampai Merauke merah semua, Indonesia memang daerah rawan bencana,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei setelah Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tentang Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor, di Jakarta, Rabu, lansir Anadolu Agency, Kamis (30/11/2017).
Baca: Peralihan Musim, Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Bencana Alam
Makanya, kata Willem, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 memuat unsur Pengurangan Resiko Bencana (PRB).
Selain itu, mulai tahun depan, pencegahan dan penanggulangan bencana sudah menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, pemerintah sudah menyiapkan upaya antisipasi penanganan bencana
Menurut Puan, saat ini Indonesia tengah menghadapi bencana erupsi Gunung Agung, banjir dan longsor di sejumlah wilayah akibat meningkatnya intensitas hujan.
Baca: Temu Relawan se-Sulsel, Tim SAR Dibekali Kewaspadaan Bencana Alam dan Aqidah
“Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait sudah menyiapkan peralatan dan logistik yang dibutuhkan,” ujarnya.
Desember hingga Februari, menurut Puan, merupakan puncak musim hujan. Menyusul musim kering pada Maret-Mei tahun depan yang mengakibatkan kebakaran lahan dan hutan.*