Hidayatullah.com– Mubaligh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali (UZMA) menegaskan, apa yang ia sampaikan selama ini terkait fenomena akhir zaman sebagai bentuk cintanya atas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya sebagai ulama tentu menyampaikan kebenaran sesuai al-Qur’an dan al-Hadits dan saya sebagai putera bangsa asli, kita sangat cinta dengan negeri ini,” ujarnya kepada wartawan termasuk hidayatullah.com di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/01/2018) sebelum diperiksa polisi.
“Dan sungguh demi Allah tidak ada yang lebih cinta dengan Indonesia kecuali adalah anak-anak negeri sendiri yang di puncaknya adalah para ulama pewaris Nabi,” tambahnya.
Baca: UZMA: Saya Singgung Komunis, Syiah, dan China Disebut Ujaran Kebencian
Dai yang dikenal dengan sebutan Ustadz Akhir Zaman ini menuturkan, tidak mungkin kalau ulama dikatakan sebagai pembuat kekacauan dan pembuat keonaran.
“Kita cinta dengan NKRI dan siap mati demi tanah air NKRI,” tegasnya.
Hingga kini, UZMA mengaku masih bingung, ucapan yang mana yang disebut ujaran kebencian.
“Justru saya mengajak umat Islam untuk melindungi Indonesia,” imbuhnya.
Sebelumnya, kepada hidayatullah.com UZMA mengatakan, kepolisian menjadikannya tersangka terkait yang disebut ‘ujaran kebencian menyinggung SARA’. “Menyinggung masalah komunis, PKI, masalah Syiah, masalah KTP-KTP palsu, tentang China, apa semacamnya, dan itu menurut mereka menimbulkan kecemasan publik, ketakutan, dan semacamnya,” ungkapnya terpisah.
“Kalau dikatakan ujaran kebencian, saya yakin ketika kita bicara di dalam konteks agama kita, dan yang mendengar juga orang di agama kita, maka cara pandangnya dan sudut pandangnya siapa dulu yang mengatakan ujaran kebencian.
Baca: UZMA Dipanggil Polisi, Keluarga Anggap Ustadz Zulkifli Sedang Rihlah
Toh kalau dilihat dari ceramah-ceramah saya, saya hanya menyebutkan hati-hatilah. Kalau komunis itu, kan, memang secara aqidah Islam, baik di dalam ayat, dalam Hadits, kan, menyebutkan tentang larangan tegas, diperintahkan menjauhi (komunisme). Kalau itu dikatakan ujaran kebencian, (maka) sangat banyak ayat al-Qur’an yang mengajak kita kepada ujaran kebencian,” paparnya panjang lebar sembari menyindir pihak yang mempermasalahkan ujarannya soal komunis, Syiah, dan sebagainya itu.* Zulkarnain, SKR