Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kenapa Indonesia Masih Impor Beras? Ini Kata Ekonom Konstitusi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 20 Januari 2018 12:32 12:32 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 20 Januari 2018 12:10
Bagikan
[ILustrasi] Pasar beras di Food Station Tjipinang Jaya, Cipinang, Jakarta Timur, Januari 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menyatakan, ekspor-impor beras adalah urusan perdagangan antar negara. Sedangkan persoalan harga dan ketersediaan beras adalah masalah produksi dan konsumsi serta hukum permintaan dan penawaran (demand and supply side) di pasar.

“Jadi, ini 2 soal yang berbeda,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, semalam, Jumat (19/01/2018).

Di sisi yang lainnya adalah soal data dan pengelolaan data serta kewenangan instansinya.

Selama ini, jelasnya, kewenangan data dan informasi terkait kebutuhan pokok dan hajat hidup orang banyak tidak dikelola secara terintegrasi, sehingga masing-masing kementerian dan instansi pemerintah mengeluarkan data tak akurat dan valid.

Indonesia pada tahun 2014 merupakan negara produsen beras 5 (lima) besar di dunia, dan berada di bawah negara Republik Rakyat China (RRC) dan India.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Data volume produksi beras yang dihasilkan oleh Indonesia pada tahun 2014 tersebut, berdasar data FAO yang dikutipnya, adalah sebesar 70.600.000 ton. Sedangkan negara RRC dan India masing-masing volume produksinya adalah sebesar 208.100.000 ton dan 155.500.000 ton.

“Walaupun Indonesia merupakan negara produsen beras terbesar ketiga di dunia, namun Indonesia masih saja memerlukan impor beras dari negara lain,” ungkapnya.

Hal ini katanya disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah menurunnya volume produksi beras, meningkatnya konsumsi beras per kapita per tahun, dan peralihan lahan-lahan sawah di daerah produktif.

Volume produksi beras Indonesia pada tahun 2016 memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014, yaitu sebesar 79.200.000 ton.

Namun demikian, jumlah konsumsi beras masyarakat Indonesia pada tahun 2017 justru meningkat menjadi 150 kg beras per orang per tahun, sementara produksi dalam negeri tak mampu memenuhinya, masih kata dia.

Defiyan panjang lebar menjelaskan, posisi Badan Urusan Logistik (BULOG) saat ini harus dipahami tidaklah sama dengan era Orde Baru yang lebih berfungsi sebagai penyangga aktif logistik pangan nasional.

Ruang gerak Bulog juga lebih mencerminkan sebuah perusahaan korporasi yang harus mencari keuntungan (profit), agar dapat memberikan dividen kepada pemegang saham atau negara.
Apabila kewenangan impor beras juga diambil alih oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), maka kesulitan yang dihadapi oleh Bulog akan semakin bertambah.

“Sebab selain kewenangan yang diambil, maka Bulog juga harus memikirkan masalah keuangan untuk melakukan pemenuhan persediaan beras tepat waktu dan melakukan stabilisasi harga di pasar,” jelasnya.

Kesimpangsiuran data dan informasi ketersediaan beras dan pangan, yang kemudian berpengaruh pada produksi dan konsumsi serta harga di pasar, inilah yang tak terjadi pada pemerintahan Presiden Soeharto.

“Seharusnya Presiden (Joko Widodo, Red) memberikan perhatian penuh atas permasalahan Ekonomi Konstitusi ini supaya tak muncul para spekulan dan kepanikan di tengah masyarakat sebagai akibat tata kelola pangan yang tidak terintegrasi dan sinergi dengan baik,” pungkasnya berpesan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berasdata berasDefiyan CoriEkonom Konstitusiekonomiekonomi Indonesiaimpor berasimpor-ekspormafia beraspasar berasperdaganganproduksi beras
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IKADI: Pasal Ujaran Kebencian dan SARA Belum Jelas Ukurannya
Tulisan selanjutnya Fakultas Kedokteran Unpad Rilis Imbauan Shalat Tepat Waktu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?