Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Jono Oge, Desa yang Dihanyutkan Lumpur Sejauh 3 KM di Sigi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2018 07:04 7:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2018 06:20
Bagikan
Warga menyaksikan Kampung Jono Oge di Kabupaten Sigi, Sulteng, yang “raib” dari lokasi semula, Sabtu (06/06/2018). Likuifaksi di Jono Oge terjadi saat gempa 7,4 SR di Sulteng, Jumat (28/09/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Tak hanya Desa Petobo dan Perumnas Balaroa yang amblas dan bergerak atau disebut fenomena likuifaksi yang terjadi saat gempa bumi magnitudo 7,4 di Palu-Sigi-Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/09/2018) lalu. Kampung Jono Oge di Kabupaten Sigi, Sulteng, juga “raib” dari lokasi semula.

Atas kehendak Allah, tadinya, perumahan warga dan gereja di Desa Jono Oge bergeser sejauh 3 kilometer, bahkan tergantikan oleh tanaman jagung.

Hidayatullah.com mengunjungi langsung pada hari Sabtu (06/10/2018) di lokasi bekas pemukiman warga di Desa Jono Oge. Terlihat jelas tanaman jagung, kembang kol dan pepohonan kelapa yang masih berdiri kokoh.

Baca: Wapres JK Pantau Perumnas Balaroa Palu yang ‘Ditelan Bumi’

Sedangkan Desa Jono Oge “asli”, sudah pindah sejauh 3 KM, yang tampak tinggal reruntuhan bangunan menyembul dari dalam lumpur yang kini sudah mulai mengering.

Arfan, 51 tahun, seorang warga Jono Oge yang selamat dari musibah hari Jumat tersebut mengaku, saat datangnya musibah gempa, jalan di kampungnya tiba-tiba bergelombang laiknya ombak di lautan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Jalanannya seperti bergelombang dan tanah kayak kendaraan itu bertabrakan. Pokoknya tanah ini kayak lautan karena seperti gelombang,” ujarnya.

Gelombang tanah itu diikuti luapan air. Luapan air dari tanah itulah yang kemudian menggulung pemukiman padat penduduk itu dari atas dan kemudian mengaduknya.

Kampung Jono Oge di Kabupaten Sigi, Sulteng, yang “raib” dari lokasi semula, Sabtu (06/06/2018). Likuifaksi di Jono Oge terjadi saat gempa 7,4 SR di Sulteng, Jumat (28/09/2018). [Foto: Sirajuddin Muslim/hidayatullah.com]
Gunung dan Bumi Bergerak

Tanah yang bergerak dan ambles tertelan bumi atau disebut likuifaksi adalah fenomena langka di Indonesia. Belum lama ini, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar menjelaskan secara ilmiah proses likuifaksi yang menimpa wilayah Petobo dan Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Rudy Suhendar, peristiwa likuifaksi ditandai dengan tanah yang kehilangan kekuatannya dan berubah menjadi lumpur. Ini terjadi disebabkan kawasan yang berada di Petobo dan Balaroa berada di tanah aluvium atau ‘tanah muda’.

“Bahasa geologinya tanah yang masih muda. Hitungan mudanya ratusan tahun,” kata Rudy di Gedung Kementerian ESDM, di Jakarta, belum lama ini. Menurutnya, lapisan ‘tanah muda’ itu sangat mudah lepas akibat guncangan gempa yang sebelumnya terjadi.

“Kenapa ada likuifaksi? Karena ada guncangan. Likuifaksi ini mengakibatkan terjadinya lepasnya daya dukung tanah,” kata dia.

Baca: Al-Qur’an Pernah Menceritakan Kisah Tanah dan Bangunan yang Tertelan Bumi

Rudi menyebutkan potensi tanah yang mengalami likuifaksi akan menjadi lebih besar, jika lapisan pasirnya lebih tebal.

Menurut Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, tanah yang terlikuifaksi tidak dapat menahan berat apapun yang berada di atasnya, baik itu berupa lapisan batuan di atasnya maupun bangunan yang akhirnya mengakibatkan hilangnya daya dukung pada pondasi bangunan. Menurut Sutopo, wilayah yang ‘ditelan bumi’ di Kelurahan Petobo, Palu mencapai 180 hektare.

“Permukaannya sudah tidak kelihatan, semua tenggelam. Untuk evakuasi kita kerahkan alat berat,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kamis lalu di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Tercatat, ada 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo yang ‘ditelan’ lumpur. Diduga, ratusan orang juga ikut terhisap ke dalamnya.

Warga menyaksikan Kampung Jono Oge di Kabupaten Sigi, Sulteng, yang “raib” dari lokasi semula, Sabtu (06/06/2018). Likuifaksi di Jono Oge terjadi saat gempa 7,4 SR di Sulteng, Jumat (28/09/2018). [Foto: Sirajuddin Muslim/hidayatullah.com]
Dalam pantauan hidayatullah.com, sampai hari ini belum terlihat alat berat diturunkan untuk mengevakuasi korban yang diperkirakan ratusan bahkan ribuan orang yang hanyut dan tertimbun bumi.

Sebelum ilmu geologi modern berkembang di abad 19 dan mampu menjelaskan dinamika lempeng tektonik, orang menyangka gunung-gunung dan bumi berdiam tetap pada tempatnya. Tetapi Al-Qur’an berkata lain. Dalam Surat An-Naml:88, disebutkan, “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Semoga musibah ini bisa menjadi pelajaran dan membuat kita semua bisa berpikir./*Sirajuddin Muslim

Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balaroagempa PaluJono OgeLikuifaksiPaluPetoboSigitsunami Palu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zambia Kembalikan Uang Bantuan Rakyat Miskin $3,5 Juta ke Inggris
Tulisan selanjutnya Pelayanan Medis, Relawan Dokter IMS Jangkau Lokasi Tersulit di Palu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?