Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din: Kesenjangan Sosial, Ekonomi, dan Politik Biasanya Sebabkan Konflik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2018 17:47 5:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2018 17:47
Bagikan
UKP-DKAAP, Prof Din Syamsuddin, pada Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (08/02/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Prof Din Syamsuddin, menyatakan, kerukunan agama di Indonesia relatif baik berdasarkan pengakuan dari dalam maupun luar negeri.

Din menyatakan, tingkat kerukunan disebabkan karena dua hal. Pertama, sejatinya agama di Indonesia mengajarkan dan menekankan prinsip kerukunan. Kedua, adanya keberagaman.

“Agama-agama yang di Indonesia, semuanya mengajarkan kebaikan, kerukunan, dan perdamaian atau dalam bahasa lain mengambil posisi jalan tengah,” tandasnya dalam sambutannya pada Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (08/02/2018).

Baca: Musyawarah Besar 450 Pemuka Agama Digelar

Din menambahkan, umat beragama harus bersyukur karena bangsa ini sejak awal sebelum kemerdekaan sudah memiliki kesepakatan seperti Sumpah Pemuda, dengan tuntunan Pancasila dan UUD 1945, serta ciri kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, tambahnya, di balik keyakinan tentang kemajemukan, ada karunia Tuhan, untuk bangsa ini siap hidup berdampingan secara damai dengan umat atau kelompok lain.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Din mengimbau seluruh kelompok masyarakat beragama agar tidak boleh menutup mata akan adanya ketegangan dan potensi konflik. Konflik antar umat beragama biasanya tidak disebabkan oleh faktor agama, menurutnya, tapi oleh faktor-faktor non-agama, seperti kesenjangan sosial, ekonomi, dan politik.

“Agama kemudian dijadikan sebagai faktor pembenaran terhadap faktor-faktor non-agama tersebut,” jelasnya.

Baca: 72 Tahun RI, MUI Desak Pemerintah Lebih Serius Atasi Kesenjangan Sosial dan Hukum

Dari itu, Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia mengajak masyarakat agar mencegah potensi konflik dengan mengedepankan dialog.

“Dialog perlu bersifat dialogis, yaitu dialog yang bertumpu atas dasar ketulusan, keterbukaan, keterusterangan untuk penyelesaian masalah,” jelasnya.* Zulkarnain

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agama di IndonesiaBhinneka Tunggal IkaDin SyamsuddinekonomiKantor UKP-DKAAPkeberagaman Indonesiakerukunan di IndonesiakesenjanganketimpangankonflikmusyawarahMusyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsapancasilapemuka agamapolitiksosialtoleransiUKP-DKAAPUtusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Hukum: LGBT Bertentangan dengan UU Perkawinan
Tulisan selanjutnya Alumni Program Kaderisasi Ulama Kaltim Bentuk IKA-PKU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Sejarah
15 Juni 2026 07:41
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Terbaru

  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?