Hidayatullah.com– Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta mengatakan, kasus penyerangan di Gereja Santa Lidwina Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan kasus penyerangan beberapa ulama/ustadz di Jawa Barat perlu menjadi perhatian serius aparat hukum.
Menurutnya, hal itu sangat memprihatikan karena bisa menghadirkan kecemasan di kalangan umat beragama.
“Negara wajib menjamin rasa aman bagi setiap pemeluk agama dalam menjalankan ibadahnya. Keselamatan ulama, pendeta, dan pemuka agama serta seluruh umat beragama harus jadi perhatian aparat,” ujarnya kepada hidayatullah.com, baru-baru ini.
Baca: Tokoh-tokoh Agama Diteror, Muhammadiyah Desak Aparat Usut Tuntas dan Adil
Selain itu, Sukamta juga menyoroti banyaknya peredaran hoax setiap kali terjadi kasus penyerangan terkait tokoh agama ataupun tempat peribadatan.
“Peredaran hoax, saling serang di ruang komentar berbagai media online, serta judul berita online yang provokatif. Ini bisa memicu sikap anarkis atas nama SARA di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Karenanya, Sukamta mengusulkan, agar dialog kebangsaan antar berbagai tokoh nasional lintas agama lintas ormas lebih sering dilakukan. Menurutnya, jika suasana persatuan dan kerukunan di level elit bisa terbangun, pasti akan berimbas positif ke masyarakat.
Baca: Kekerasan atas Tokoh-tokoh Agama, Waspadai Upaya Adu Domba
“Jadi harus dihindari praktik ‘belah bambu’, mengajak dialog hanya ormas tertentu, ini bisa hadirkan syak wasangka yang kontraproduktif. Pemerintah itu pengayom semua pihak, harus adil dan merata,” pungkasnya.*