Hidayatullah.com– Sebuah buletin yang disebut-sebut diterbitkan oleh ISIS, Al Fatihin, pada edisi ke-10, Senin, 28 Sya’ban 1439 H, memberi cap atas dai kondang Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai “ulama murtad”.
Dalam buletin berbahasa Indonesia yang beredar di media sosial dan diterima hidayatullah.com, Sabtu (19/05/2018), Al Fatihin menampilkan foto UBN saat menyampaikan pernyataannya atas tragedi serangan bom tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (13/04/2018).
Foto UBN itu dimuat pada halaman 11 rubrik “Ekslusif”.
“Ulama Murtad Menangisi Orang-orang Kafir Yang Binasa,” demikian ditulis redaksinya sebagai keterangan di bawah foto tersebut meskipun tanpa menyebut nama Pendiri AQL Islamic Center tersebut.
Masih terkait itu, di halaman tersebut ditulis: “Sungguh ‘para ulama’ penyeru ke pintu Jahanam itu telah merusak sumpah mereka kepada Allah dan kaum muslimin, karena mereka telah membuat kedustaan di dalam agama serta memfitnah para pengemban jihad dan kaum shalihin. Mereka merupakan target serangan yang syar’i. Mereka tidak memiliki perjanjian atau keselamatan, dan harus diperangi.”
Buletin itu juga mengklaim bahwa serangkaian kerusuhan dan kekerasan di Indonesia belakangan ini adalah kerja mereka. Mulai dari kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 9 Maret 2018; maupun serangan bom di Surabaya pada 13-14 Mei 2018.
Baca: Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, 5 Polisi dan 1 Napi Tewas
Al Fatihin edisi ke-10 menyebut kerusuhan di Mako Brimob Depok sebagai aksi pembebasan para anggota ISIS dari belenggu toghut.
Dalam edisi tersebut, ISIS mengklaim serangan itu adalah aksi “jihad” melawan pemerintah yang tidak menerapkan hukum Islam atau dicap toghut.
Menurut informasi, buletin Al Fatihin telah terbit sejak Juni 2016. Isinya memberitakan soal sejumlah serangan ISIS di sejumlah negara Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Buletin tersebut dikabarkan tersebar di kalangan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.*