Hidayatullah.com– Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, merasa kecewa karena kasus penyerangan terhadap dirinya belum juga terungkap. Sudah terhitung satu tahun pelaku dan aktor intelektualnya belum ditangkap.
“Tentu ini mengecewakan,” ujar Novel saat dihubungi hidayatullah.com Jakarta, Jumat (13/04/2018).
Mantan penyidik kepolisian ini menilai, pengungkapan kasusnya ini tidak normal dan sangat lama.
Baca: “Kalau saja Jokowi Bentuk TGPF dan Kawal Tuntas Kasus Novel…”
Perkara seperti ini, kata dia, bisa berhasil jika diambil tindakan pada satu-tiga bulan pertama. Kalau tidak pada satu-tiga bulan pertama, maka akan sulit terungkap.
“Karena itu saya enggak masuk akal apabila masih menutupi (dengan) alasan-alasan apalagi. Saya enggak bisa memahami,” katanya.
Ia menyampaikan, kasusnya ini jangan dilihat dari sudut pandang dirinya sebagai korban saja, tapi juga harus dilihat dari perspektif pemberantasan korupsi.
Baca: Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Jokowi Masih Bergeming atas Penyerangan Novel
“Ini harus diungkap dalam rangka kepentingan negara untuk membangkitkan atau menjaga stamina dan semangat pemberantasan korupsi,” tegasnya. “Kalau yang begini tidak diungkap, ini berbahaya.”
Ada dua hal penting yang berpotensi terjadi, kata Novel, kalau kasusnya tidak diungkap. Pertama, orang-orang yang berjuang atau bekerja memberantas korupsi, akan jadi takut atau turun keberaniannya. Kedua, orang yang menyerang akan semakin berani.
“Makanya saya menegaskan negara enggak boleh kalah. Negara harus hadir. Presiden tidak boleh abai,” tegasnya.
Novel meminta presiden untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).* Andi
Baca: Setahun Kasus Penyerangan Novel, Jokowi Didesak lagi Bentuk TGPF