Hidayatullah.com– Ketua Majelis Dakwah Indonesia (Madina) Ustadz Oemar Mita menjelaskan, mengutip perkataan Syeikh Utsaimin, bahwa salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah sebagai waktu emas menghapus dosa.
Ia menyampaikan, meminta ampunan sesungguhnya dipengaruhi oleh keutamaan waktu. Dan sejatinya primetime penghapusan dosa tidak pernah didapatkan kecuali di bulan Ramadhan.
“Jadi, waktu yang tepat untuk diampuni dosa itu ya di bulan Ramadhan. Salah satu implikasi Ramadhan juga adalah semua dosa kita diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya pada tabligh akbar tarhib Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (06/05/2018).
Karenanya, Oemar Mita melanjutkan, orang yang celaka itu justru adalah yang tidak dapat pengampunan di bulan Ramadhan.
Pengajar Ma’had IT Syameela ini menceritakan, dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah di Masjid Nabawi mengatakan “Amiin” sebanyak tiga kali. Lalu para sahabat yang ada di sampingnya heran dan menanyakan apa yang diaminkan oleh Rasul.
Kemudian Nabi menjawab, yang diaminkan adalah doa malaikat Jibril. Kemudian Sahabat bertanya lagi, apa doa yang diucapkan malaikat Jibril.
Nabi menjelaskan, malaikat Jibril mendoakan celaka bagi siapa yang memiliki 3 sifat. Salah satunya adalah mereka yang diberi kesempatan menjumpai Ramadhan tapi ketika Ramadhan selesai dia tidak diampuni dosanya oleh Allah.
“Ini ngapain saja, sampai-sampai di bulan Ramadhan tidak diampuni oleh Allah,” ungkapnya.
Oemar Mita memaparkan, hal itu merupakan suatu kecelakaan besar karena pada saat Ramadhan atmosfer ketaatan Allah hadirkan.
“Sampai setanpun malas dan enggan menggoda manusia di bulan Ramadhan. Makanya Nabi mengatakan setan dibelenggu di bulan Ramadhan,” terangnya.
Ia menjelaskan, para ahlul ilmi menyebut yang dimaksud dibelenggu adalah para setan betul-betul dikerangkeng. Tetapi ada juga yang mengatakan maksudnya adalah setan malas menggoda manusia karena pada bulan Ramadhan manusia sedang dalam atmosfer ketaatan.
“Kalau sudah demikian Allah hadirkan semua komponen untuk mendukung ketaatan, tapi tidak mendapat ampunan, maka di bulan mana lagi akan khusuk beribadah kepada Allah,” pungkasnya.*
Baca: Sambut Ramadhan, 4.400 Paket Dibagikan untuk Suku Anak Dalam, Mualaf, dan Janda