Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengkajian Ramadhan, Muhammadiyah Paparkan Tantangan di Zaman Milenial

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Mei 2018 13:57 1:57 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Mei 2018 08:49
Bagikan
Logo Muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir, mengatakan, saat ini ada tantangan sosial yang sangat kompleks, dimana masyarakat hidup sangat sarat dengan teknologi. Masyarakat banyak diatur oleh sebuah teknologi digital yang bukan hanya mengubah cara berpikir, tetapi juga mengubah perilaku. Kondisi seperti ini riil ada dan tidak bisa dihindari.

Atas dasar itulah, maka Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah tahun 2018 ini mengambil tema “Keadaban Digital: Dakwah Pencerahan di Zaman Milenial”.  Tema ini diangkat bukan hanya untuk gaya-gayaan, ini adalah masalah bersama yang harus ditangani bersama.

“Generasi milenial itu sebenarnya banyak. Zaman ini kita hidup di tengah perkembangan teknologi digital. Masyarakatnya sangat menguasai teknologi digital. Maka cara berpikirnya masyarakat milenial itu berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tidak lagi menggunakan hal-hal yang manual,” ujarnya dalam acara Pengkajian Ramadhan 2018 di Kampus FKIP UHAMKA, Jl Merdeka Pasar Rebo, Jakarta Timur, Ahad (27/05/2018) dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Senin (28/05/2018).

Menurut Haedar, masyarakat seperti itu juga biasanya melompati zamannya. Mereka kritis pada berbagai hal, termasuk pada wilayah agama.

Baca: Jawab Tantangan Arus Teknologi, PP Pemuda Muhammadiyah Luncurkan AppsMu

Mereka juga yang memiliki orientasi ilmiah sangat detail, pada cabang-cabang yang mereka ingin memasukinya. Seperti pada hal-hal yang mereka minati. Mereka tidak suka pada hal-hal yang bersifat absratk. Selain itu, masyarakat tersebut gandrung dengan inovasi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bagaimana mendekati generasi ini dengan pendekatan keagamaan. ini adalah tantangan buat ormas Islam termasuk Muhammadiyah. Sebab generasi ini dalam konteks mereka, berada dalam ruang sosial dalam arti yang luas, seperti ekonomi poltik dan budaya, dengan tingkat mobilisasi yang sangat tinggi.

Sebutnya, yang memiliki telepon genggam di dunia sebanyak 5 miliar orang. Di Indonesia yang menggunakan internet sebanyak 143 juta jiwa.

Ia pun mengungkapkan beberapa persoalan ketika seseorang tergantung pada teknologi. Pertama, nalarnya akan instrumental. “Mereka akan berpikir teknis dan sudah terprogram. Manusia di zaman teknologi, pola pikirnya instrumental,” jelasnya.

Kedua, alam berpikirnya cenderung hedonis. Menyenangi hal-hal yang bersifat buatan. Melakukan hal-hal yang tidak biasa.

Ketiga, masyarakat yang sangat berpikir rasional.

Baca: Ketum NU-Muhammadiyah Jalin Silaturahim “Menuju Indonesia Berkeadilan”

“Akibatnya, ada sesuatu yang hilang. Masyarakat seperti ini akan mengalami chaos (mengalami disorientasi diri). Terkadang masyarakat seperti ini mudah panik, bisa gampang marah. Kemudian masyarakat ini juga mengalami kegersangan ruhani. Karena pengajian juga banyak cenderung keras dan selalu menyalah-nyalahkan orang, maka masyarakat akhirnya mencari romantisme. Orang itu akan mencari oase dalam dirinya yang sempat hilang, kemudian memenuhi kebutuhan dan kehausan dirinya,” ungkapnya.

Masyarakat seperti ini, mereka berada di posisi menengah ke atas. Tetapi karena gersang, tidak menemukan kepuasan, maka dia akan mengalami kegelisahan. Hidupnya penuh konflik, pertarungan dan kegersangan, maka dia akan mencari dunia lain yang akan memuaskan dirinya. “Maka dalam konteks keagamaan ada yang merindukan surga,” imbuhnya.

Maka, lanjutnya, lahirlah orang-orang yang mencari kepuasan spiritual. Bahkan ada juga melampaui kebenaran agamanya seperti mengaku nabi, atau mencari ratu adil. Kondisi chaos kemudian merindukan keindahan yang sifatnya artifisial.

“Kemudian ada lagi pihak lain yang kemudian menginginkan cepat masuk syurga. Maka dalam kondisi itu mereka lari pada ajaran-ajaran radikal dan menjadi teroris. Jadi apa yang terjadi di Surabaya atau tempat lain, dilakukan oleh orang yang memiliki mimpi-mimpi milenial,” sebutnya.

Baca: Ketua Umum PP Muhammadiyah: Remaja Indonesia Kini Menjadi Anak Android

Kemudian, di dunia maya, relasi sosial itu bersifat maya, tetapi sangat keras. Di sana ada perang opini, perang ujaran, ada hoax. Maka sebenarnya manusia tidak boleh berlebihan, karena beberapa hal: Pertama, manusia tidak boleh mengedepankan egonya sendiri secara berlebihan. Maka dampaknya adalah ego itu menguasai diri, kemudian kita mengagungkan dirinya karena nafsu. Kedua, orang yang memujakan diri pada syahwat.

“Maka dalam kondisi seperti ini Muhammadiyah harus mengedepankan akhlak yang baik dan akhlak yang utama. Muhammadiyah harus mendidik keadaban, ini di atas tarbiyah,” sebutnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:era milenialglobalisasihaedar NashirhoaxKetua Umum PP Muhammadiyahmedia sosialmilenialmoderenMuhammadiyahRamadhanRamadhan 1439 Hsosialtantangan sosialTeknologiterorismezaman milenial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Temui Aung San Suu Kyi, Minta Pengakuan Kewarganegaraan Rohingya
Tulisan selanjutnya Kasus e-KTP Tercecer, Mendagri: Bukan Kelalaian, tapi Sudah Unsur Kesengajaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?