Hidayatullah.com– Secara psikologis, persoalan e-KTP cukup sensitif untuk masyarakat. Karena di antara mereka banyak yang merasakan mudahnya mendapatkan e-KTP, tapi tak jarang yang menggunakan keterangan pengganti hingga berbulan-bulah bahkan dalam hitungan tahun.
“Sehingga jika ada berita ditemukan KTP dalam jumlah yang banyak dapat menyita perhatian dan memicu spekulasi. Tentunya hal ini bisa menurunkan public trust (kepercayaan publik, Red) kepada pemerintah, khususnya Kemendagri,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Habib Aboebakar Alhabsyi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/05/2018) lansir KBRN.
Apalagi, sebut anggota Komisi III DPR itu, menjelang pilkada dan pilpres, bisa jadi isu ini akan bergeser pada persoalan penggunaan KTP palsu untuk perolehan suara. Oleh karenanya, aparat keamanan perlu melakukan pendalaman.
Baca: Kalau e-KTP yang Tercecer Palsu, Mendagri: Harus Diusut
“Di samping itu, Polisi perlu menelusuri bagaimana cerita adanya KTP elektronik yang disebut jatuh di tengah jalan tersebut. Sebaiknya, barang tersebut diamankan terlebih dahulu,” teagsnya.
Namun, Habib Aboebakar sapaan politisi PKS itu menyatakan, agar KTP yang ditemukan nanti, jangan dilakukan pemusnahan dengan dibakar, agar bisa ditelusuri dan dijadikan bukti. Sehingga masyarakat akan memiliki keyakinan bahwa ini benar-benar KTP invalid atau rusak.
Baca: Kasus e-KTP Tercecer, Mendagri: Bukan Kelalaian, tapi Sudah Unsur Kesengajaan
Sedangkan kepada Kemendagri, Ketua Poksi III F-PKS DPR RI itu meminta juga tak perlu reaktif, dan jika itu memang hanya sampah tidak perlu melakukan pemecatan terhadap staf mereka.
“Saya mendorong Ombudsman untuk turun dalam persoalan ini, guna memastikan bahwa Kemendagri telah menjalankan tugasnya dengan baik. Di sisi lain untuk menghilangkan berbagai spelulasi yang beredar di tengah masyarkat,” pungkasnya.*