Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

GNPF: Kalau Artis Bisa Memimpin, Ulama Lebih Layak

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2018 08:30 8:30 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2018 08:30
Bagikan
Para peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, berlangsung pada Jumat-Ahad (27-29/07/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Zaitun Rasmin, mengatakan, arus kuat yang berlangsung di Indonesia saat ini menginginkan perpaduan pemimpin antara berlatar kebangsaan dan keumatan.

Karenanya, ia menyampaikan, bukan berarti ulama sebagai representasi keumatan ditarik-tarik ke wilayah politik. Bahkan sejak proklamasi Indonesia ulama sudah berperan penting.

“Kalau artis saja bisa jadi pemimpin, maka tentu ulama lebih pantas. Karena ulama yang selama ini berbicara tentang betapa pentingnya persatuan, masalah kebangsaan, sosial, dan sebagainya,” ujar Zaitun dalam talkshow di studio salah satu stasiun televisi swasta, baru-baru ini.

Baca: Eksponen DPP PBB Desak Majelis Syuro Terima Rekomendasi Ijtima Ulama

Zaitun menambahkan, kehadiran ulama di bursa pencalonan pada Pilpres 2019 kali ini selain faktor popularitas, juga masyarakat merasa aman kalau dipimpin oleh ulama. Sebab dipandang mengerti masalah sehingga menjamin kepemimpinan yang diharapkan.

“Mengerucutnya nama Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Ustadz Abdul Somad (UAS) adalah lumrah. Terutama keduanya dinilai mempunyai kapasitas luar biasa, yang diharapkan bisa meramaikan Pilpres,” terangnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kata dia, dua rekomendasi nama ulama tersebut juga lahir karena adanya ketakutan di peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, bahwa terjadi deadlock di koalisi partai yang berada di luar pemerintahan saat ini, yang malah membuat Pilpres nantinya berlangsung dengan satu pasang calon.

Baca: Soal Capres, Majelis Syuro PKS Apresiasi Rekomendasi GNPF

Menurutnya, tentu tidak bagus jika penahana melawan kotak kosong.

Apa yang diupayakan ulama, kata dia, adalah sebuah ikhtiar. Tidak lantas kalau rekomendasinya tidak diterima, nanti ulama malu. Tetapi para ulama menyadari, bukan menjaga citra yang lebih penting, tapi bagaimana turut berjuang untuk satu kebaikan.

“Kalau hanya menjaga citra nanti malah ulama seolah tidak peduli dengan kehidupan sosial dan kebangsaan. Harapannya para partai bisa mempertimbangkan aspirasi Ijtima semaksimal mungkin,” tandasnya.*

Baca: Soal Capres, Intuisi Ulama-Hitungan Partai Dinilai Perpaduan Baik

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:artiscalon presidencalon wakil presidencapres-cawapresGNPFGNPF UlamaHabib Salim Segaf Al JufriIjtima Ulama dan Tokoh NasionalIjtima’ UlamaPemilu 2019pemimpinPilpres 2019politikUASulamaulama dan politikUstadz Abdul SomadWakil Ketua GNPF UlamaZaitun Rasmin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KONI NTB – Bumi Resources Percayakan Bantuan Korban Gempa Lewat BMH
Tulisan selanjutnya Kedinginan, Pengungsi Korban Gempa Butuh Karpet dan Selimut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?