Hidayatullah.com–Hari kedua acara Muslim United dengan tema “Lelah Berpisah, Mari Berjamaah“, Rabu (17/1018) di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta makin semarak.
Walaupun cuaca panas. Karena dilaksankan siang hari, tetap saja tidak menurunkan semangat peserta yang hadir. Bahkan sebagian jamaah terpaksa berdiri di bawah terik matahari karena masjid dan tenda sudah penuh.
Tampak peserta antusias mendengar sesi siang ini dengan tema “Kemenangan akan segera tiba”. Tema ini langsung dibawakan oleh da’i muda, Oemar Mita.
Oemar Mita yang juga Ketua Majelis Dakwah Indonesia (Madina) menyerukan bahwa kemenangan agama ini harus digawangi secara bersama-bersama. Karena inilah syaratnya.
Baca: Baru Hijrah, Peserta Muslim United ke Jogja Bersepeda Motor
“Siapa yang berdiri di atas kelompoknya tidak akan menang. Bukan kah Allah berfirman wa’tasimu bi hablillah jamaah. Rasulullah bersabda. Yadullahi maal jamaah. Karena Allah itu bersama dengan mereka yang bersama-sama.”
“Inilah yang harus kita sadari, jika berbicara tentang agama Allah. Tidak ada kata ana dan antum, tidak ada akhi dan ukhty, tidak adan fulan dan fulan,” tegas pemilik Chanel Syameela ini.
“Kalau sudah berbicara tentang agama Allah, yang ada saya muslim antum muslim, saya beriman antum beriman, saya beriman kepada rasul antum beriman kepada rasul, antum mengikuti para sahabat saya mengikuti para sahabat.
Mana tanganmu, ulurkan tanganmu. Mari kita tegakkan agama Allah. Karena agama Allah tidak ditegakkan hanya oleh kelompok dan golongan tertentu.”
Da’i asal Bekasi ini menegaskan kemenangan Islam itu adalah kepastian. Itu takdir yang akan dilalui umat Nabi Muhammad sebelum datangnya hari kiamat.
“Musim semi akan segera datang akhi. Setelah antum merasakan musim panas dan musim dingin,” tegasnya.
Sesi sore diisi oleh Habib Muhammad Bin Anis Shahab. Habib muda ini membawakan tema “Islam Membutuhkanmu”.
Baca: Para Dai Muda Ajak Praktikkan Indahnya Berislam dan Persatuan Umat
Dalam pesannya. Habib menekankan hakikat kewajiban kita sebagai manusia di dunia ini.
“Kita wajib menolong agama kita semampu kita,” pesannya di akhir sesi.
Walaupun acara ini diinisiasi dan dihadiri mayoritas oleh anak muda. Tapi tidak sedikit orang tua yang hadir.
Seperti Amir yang jauh hadir dari Semarang denga sepeda motor. Jauhnya jarak dan umur yang tidak muda lagi tidak menyurutkan semangatnya untuk hadir.
“Saya sama adek saya naik motor dari Semarang. Tadi malam pulang, sampai rumah jam 2 malam. Kemudian istirahat sebentar, tadi pagi berangkat lagi,” ceritanya.*/Rofi Munawar