Hidayatullah.com– Plt Duta Besar Selandia Baru, Roy Ferguson, menegaskan bahwa teroris tidak berkaitan dengan Islam. “Tentu saja,” kata Roy saat ditanya hidayatullah.com usai pertemuan Roy dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor MUI Pusat, Jakarta, pada Jumat (22/03/2019).
Mengenai aksi terorisme berupa penembakan brutal terhadap jamaah shalat Jumat di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Roy menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk ekstremisme.
“Ini adalah tindakan ekstremisme dan kami tidak mendukung ekstremisme,” tegasnya.
Roy menegaskan, Selandia Baru juga tidak melekatkan terorisme dengan agama. Menurutnya, agama berbicara tentang cinta.
“(Sedangkan) ekstremisme dan terorisme adalah tindakan kebencian,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Muslim adalah bagian dari komunitasnya.
“Mereka adalah teman kami, kolega kami, pemain sepak bola kami, pemain rugby kami, tetangga kami. Mereka adalah kita,” ucapnya.
Seluruh warga Selandia Baru, tuturnya, berkumpul untuk mendukung teman-teman Muslim.
Diketahui selama ini istilah “teroris” kerap disematkan kepada pelaku-pelaku kekerasan yang beragama Muslim, baik secara internasional maupun di Indonesia.
Baca: Anggota DPD RI: Menuduh Ormas Islam Teroris adalah Kejahiliahan
Plt Duta Besar Selandia Baru, Roy Ferguson, berkunjung ke kantor MUI Pusat di Jl Proklamasi, Jakarta, dalam rangka memenuhi undangan MUI Pusat. Ia berbicara soal teror penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/03/2019) pekan kemarin. Ia diterima jajaran pengurus pusat MUI.
Ia menyampaikan, Pemerintah Selandia Baru sangat terpukul dengan serangan teroris terhadap komunitas Muslim di Christchurch.
“Kami semua di Selandia Baru sangat berduka cita dan berusaha untuk mencoba menerima apa yang telah terjadi,” ungkapnya.* Andi