Hidayatullah.com– Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengajak segenap elemen bangsa Indonesia mengedepankan isu-isu yang kontruktif, membangun bangsa dan negara. Sebaliknya, hindari perdebatan yang justru tidak produktif.
Munculnya isu yang mendebatkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dalam dinamika politik terkait Pemilu 2019 sangat disesalkan. Menurut anggota MPR, Ahmad Zainuddin, Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah final, seharusnya tidak menjadi bahan perdebatan bagi kedua kubu pasangan calon presiden.
Dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (07/04/2019), Pimpinan AQL Islamic Center yang juga Sekjen MIUMI, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan, upaya pihak-pihak yang membenturkan Islam dan Pancasila dengan membawa-bawa isu khilafah, adalah sebuah kekeliruan.
Ia menegaskan sekaligus mengajak umat dan masyarakat pada umumnya untuk menguatkan komitmen menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca: Orasi Sandi di Kampanye Akbar: Masyarakat Inginkan Perubahan
“Seharusnya Pancasila tidak perlu lagi menjadi bahan perdebatan. Sudah final. Perdebatan kita seharusnya, tentang kemajuan. Bagaimana bangsa ini maju dalam percaturan global,” ujar Zainuddin saat memberi Sosialisasi Empat Pilar di Aula Sekretariat RW 11, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Zainuddin melihat, masih ada konten perbincangan antar dua kubu pasangan capres di masyarakat, baik media sosial maupun media konvensional, yang sebenarnya tidak substansial dan konstruktif bagi visi kemajuan bangsa.
Seharusnya, konten-konten perbincangan dan perdebatan yang ditampilkan kubu kedua pasang calon berisi konten konstruktif terkait visi besar Indonesia menjadi negara maju.
“Salah satunya perbincangan soal Pancasila dibenturkan dengan Islam atau khilafah, ini Pancasilais yang lain tidak. Ini tidak produktif. Hubungan Pancasila dan Islam sudah final, tidak ada pilihan lain. Sekarang bagaimana mengembalikan Indonesia sebagai Macan Asia,” imbuhnya dalam rilisnya.
Baca: ‘Rakyat Indonesia Dukung Perubahan Menuju Indonesia Adil Makmur’
Selain itu, Zainuddin pun mengatakan, masyarakat perlu memahami Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, terutama kelompok milenial.
Menurutnya, pemahaman yang baik tentang Empat Pilar kebangsaan seyogiayanya dapat mendorong kelompok milenial berpartisipasi aktif dalam Pemilu.
Jika partisipasi kelompok milenial terhadap pemilu rendah, itu artinya menunjukkan pemahaman mereka tentang Empat Pilar Kebangsaan juga masih rendah.
“Kelompok milenial ini paling rentan kena dampak globalisasi dan cenderung tidak peduli dengan politik. Karena itu kuncinya di Empat Pilar ini. Paham Empat Pilar bisa mendorong mereka untuk aktif dalam pembangunan politik kita, terutama pemilu,” ujarnya.
Capres Prabowo Subianto dalam kampanye 02 di GBK kemarin menegaskan, rakyat Indonesia tidak akan terpengaruh dengan isu-isu tidak produktif terkait Islam dan negara ini.
“Ustadz-ustadz kita, kiai-kiai kita, selalu mengajarkan (bahwa) Islam Indonesia adalah Islam rahmatan lil alamin,” tegasnya di depan jutaan massa.*