Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tokoh-tokoh Agama Menepis Tudingan Kampanye Eksklusif

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2019 20:22 8:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2019 20:11
Bagikan
Perwakilan agama-agama [kiri ke kanan]: Ustadz Bachtiar Nasir (Islam), Pendeta Benyamin Danil Waroka (Kristen Protestan), Haposan Batubara (Kristen Katolik), dan Erwanto (Buddha), dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion GBK, Jakarta, Ahad (07/04/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pasca kampanye akbar capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang diikuti jutaan orang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta, Ahad (07/04/2019), muncul tudingan jika gelaran politik ini adalah kampanye yang eksklusif dan tak lazim.

Akan tetapi, anggapan tersebut dinilai keliru, sebab dalam kampanye itu terlihat tidak ada yang melenceng dari kearifan lokal, nilai kebangsaan, dan tradisi keislaman di Indonesia.

Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, ke depan, jika ada sesuatu yang identik dengan Islam, janganlah terlalu cepat distigma dengan sebuah identitas seakan-akan melarang.

“Bagaimana mungkin kita menjauhkan umat Islam dari tradisi keislaman padahal umat Islam mayoritas di Indonesia,” ungkapnya di Jakarta, Senin (08/04/2019) menepis tudingan tersebut.

Baca: UBN: Kampanye Akbar di GBK Bukan Politik Identitas

Sebagaimana diketahui, pada kampanye akbar kemarin, pantauan hidayatullah.com, terlihat jelas, berbagai kelompok bersatu dan merajut toleransi. Meskipun diikuti mayoritas umat Islam, namun umat beragama lain turut hadir. Kehadiran mereka secara tak langsung menepis tudingan bahwa kampanye tersebut eksklusif.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bahkan mereka menyatakan dukungannya terhadap sang paslon Prabowo-Sandi. Antara lain disampaikan oleh Pendeta Benyamin Danil Waroka mewakili agama Kristen Protestan yang diberikan kesempatan berbicara di atas panggung kampanye akbar.

“Mewakili umat Kristen pendukung Prabowo-Sandi, kami berterima kasih untuk kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan dukungan dan harapan kami kepada Bapak Prabowo dan Sandiaga Uno,” ujarnya.

Baca: Habib Hanif Menjawab Tuduhan seputar Shaf Shalat Jamaah di GBK

Sang pendeta bahkan dipersilakan saat mengajak semua peserta kampanye berdoa untuk kemenangan Prabowo-Sandi. “Izinkan saya untuk berdoa menurut keyakinan saya,” ungkapnya sebelum memulai doanya sesuai kepercayaannya.

Perwakilan agama Kristen Katolik juga dipersilakan berbicara di atas panggung, diwakili oleh Haposan Batubara. Ia berterima kasih karena pada pagi jelang siang hari itu bisa berkumpul bersama anak bangsa lainnya.

Haposan percaya bahwa Prabowo-Sandi akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik jika kelak keduanya terpilih pada Pilpres 2019.

Baca: Kedepankan Isu Membangun Indonesia, Hindari yang Tak Produktif

Sementara perwakilan agama Buddha, Erwanto, yang juga berbicara di atas panggung, menilai, berkumpulnya jutaan orang pada kampanye akbar 02 tersebut adalah bentuk toleransi.

“Toleransi dan kebersamaan dan kesejukan yang bapak-ibu tampilkan dan buktikan hari ini, semakin meyakinkan kami umat agama Buddha, ini luar biasa,” ujarnya.

Kampanye akbar ini turut dihadiri tokoh dari etnis Tionghoa Lieus Sungkharisma, tokoh Papua Natalius Pigai Hadir, dan lain sebagainya yang notabene non-Muslim. Kehadiran para tokoh berbagai agama tersebut dinilai membuktikan kampanye akbar 02 tidak ekslusif, melainkan inklusif.

Tokoh Papua Natalius Pigai di panggung utama kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Ahad (07/05/2019). [Foto: Azim Arrasyid/hidayatullah.com]
Pasca kampanye, beredar foto seorang wanita diduga non-Muslim sedang berdoa di area tribun GBK dengan cara berdoa sesuai kepercayaannya di antara massa lain yang berpakaian Muslimah.

Foto yang beredar di media sosial itu disertai keterangan:

“Ini Salah Satu the best picture, Foto Terbaik Kampanye saat Kampanye Akbar 02 di Stadion GBK tgl 7 April 2019 kemarin.

Ayoo …Silahkan Lihat Ibu Nasrani Ini Sedang Berdoa Dengan Khusuknya di tengah lautan manusia yg datang duduk bersama-sama. Tidak masalah buat kami. Kami senang Ibu ini mau datang dan berkumpul bersama kami semua di tempat ini.

Tuduhan Radikal kepada kami Adalah Tuduhan Keji. Jangan Ajari Kami Tentang Toleransi. Karena Pancasila Sudah Khatam Bagi Kami. Dan jangan salah, yang mayoritas tetap bersaudara dan saling melindungi dengan saudara2 kami yang minoritas. Jangan adu domba kami dengan saudara2 kami ini…KIRIM KE SEMUA MEDSOS,BIAR GAK GAGAL FAHAM SOAL GBK KEMARIN.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kampanye Akbar GBKPilpres 2019politik identitastoleransiUBNUstadz Bachtiar Nasir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Kedua Muslim Rohingnya Terdampar di Perlis Malaysia
Tulisan selanjutnya Sri Sultan HB X Minta Prabowo Kembalikan Kejayaan Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?