Hidayatullah.com– Pada acara peluncuran buku #Kamioposisi karya Mardani Ali Sera, pengamat politik Rocky Gerung beberapa kali menyinggung soal pemindahan ibu kota negara. Menurutnya ibu kota tidak pindah.
“Ibu kota tidak pindah, yang pindah itu presidennya,” ucap Rocky disambut gelak tawa hadirin di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (04/02/2020).
Sebelumnya Roky juga sempat menyinggung mengenai pemindahan ibu kota. Katanya, seharusnya pemindahan itu memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu. Salah satunya masalah penanganan banjir di Jakarta saat ini.
“Atasi banjir silakan pindahkan ibu kota, tapi kalau bilang ‘karena banjir maka mesti pindahin ibu kota’, kan mestinya banjirnya diselesein dulu itu,” imbuhnya di laman berbagi video Youtube.
Selain itu, Rocky juga menyinggung Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf Amin. Menurut pengamatan Rocky, Wakil Presiden sangat jarang muncul di hadapan publik, padahal statusnya sebagai wakil kepala negara.
Sebelumnya Rocky beberapa kali keliru menyebut nama Ma’aruf.
“Karena jarang muncul, saya suka lupa namanya. Bukan salah saya, salah pers. Kenapa nggak diberitakan apa sebetulnya yang terjadi pada beliau,” sebut Rocky.
Rocky juga menyinggung Wapres mengenai perkataannya kepada Presiden Jokowi bahwa negara baik-baik saja di 100 hari kerja pertama. Menurut Rocky hal itu seperti jeruk makan jeruk.
“Jadi ini pertama kali terjadi Wakil Presiden mengevaluasi presidennya dan mengatakan baik-baik saja. Ajaib. Itu sama dengan jeruk makan jeruk. Kan yang mesti mengevaluasi adalah oposisi. Masa, Wakil Presiden mengevaluasi Presiden dan kesimpulannya baik-baik saja, tentu saja, kalau nggak, bisa diganti dia,” sebut Rocky.
Rocky kemudian mengatakan, ia ingin adanya oposisi pemerintah sebagai pikiran alternatif. Pikiran alternatif tersebut sebagai kritik, bukan pujian kepada pemerintah.
“Jadi itu dasarnya, kita ingin mengerti betul bahwa oposisi itu adalah pikiran alternatif, oposisi itu pendapat alternatif, dalam bentuk apa? Pasti dalam bentuk kritik, nggak mungkin dalam bentuk pujian. Kan itu poinnya,” imbuhnya.* Abdul Mansur J