Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kedepankan Isu Membangun Indonesia, Hindari yang Tak Produktif

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 April 2019 09:45 9:45 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 April 2019 09:45
Bagikan
[Ilustrasi] Bendera Merah Putih raksasa diusung massa kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Ahad (07/05/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengajak segenap elemen bangsa Indonesia mengedepankan isu-isu yang kontruktif, membangun bangsa dan negara. Sebaliknya, hindari perdebatan yang justru tidak produktif.

Munculnya isu yang mendebatkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dalam dinamika politik terkait Pemilu 2019 sangat disesalkan. Menurut anggota MPR, Ahmad Zainuddin, Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah final, seharusnya tidak menjadi bahan perdebatan bagi kedua kubu pasangan calon presiden.

Dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (07/04/2019), Pimpinan AQL Islamic Center yang juga Sekjen MIUMI, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan, upaya pihak-pihak yang membenturkan Islam dan Pancasila dengan membawa-bawa isu khilafah, adalah sebuah kekeliruan.

Ia menegaskan sekaligus mengajak umat dan masyarakat pada umumnya untuk menguatkan komitmen menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca: Orasi Sandi di Kampanye Akbar: Masyarakat Inginkan Perubahan

“Seharusnya Pancasila tidak perlu lagi menjadi bahan perdebatan. Sudah final. Perdebatan kita seharusnya, tentang kemajuan. Bagaimana bangsa ini maju dalam percaturan global,” ujar Zainuddin saat memberi Sosialisasi Empat Pilar di Aula Sekretariat RW 11, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Zainuddin melihat, masih ada konten perbincangan antar dua kubu pasangan capres di masyarakat, baik media sosial maupun media konvensional, yang sebenarnya tidak substansial dan konstruktif bagi visi kemajuan bangsa.

Seharusnya, konten-konten perbincangan dan perdebatan yang ditampilkan kubu kedua pasang calon berisi konten konstruktif terkait visi besar Indonesia menjadi negara maju.

“Salah satunya perbincangan soal Pancasila dibenturkan dengan Islam atau khilafah, ini Pancasilais yang lain tidak. Ini tidak produktif. Hubungan Pancasila dan Islam sudah final, tidak ada pilihan lain. Sekarang bagaimana mengembalikan Indonesia sebagai Macan Asia,” imbuhnya dalam rilisnya.

Baca: ‘Rakyat Indonesia Dukung Perubahan Menuju Indonesia Adil Makmur’

Selain itu, Zainuddin pun mengatakan, masyarakat perlu memahami Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, terutama kelompok milenial.

Menurutnya, pemahaman yang baik tentang Empat Pilar kebangsaan seyogiayanya dapat mendorong kelompok milenial berpartisipasi aktif dalam Pemilu.

Jika partisipasi kelompok milenial terhadap pemilu rendah, itu artinya menunjukkan pemahaman mereka tentang Empat Pilar Kebangsaan juga masih rendah.

“Kelompok milenial ini paling rentan kena dampak globalisasi dan cenderung tidak peduli dengan politik. Karena itu kuncinya di Empat Pilar ini. Paham Empat Pilar bisa mendorong mereka untuk aktif dalam pembangunan politik kita, terutama pemilu,” ujarnya.

Capres Prabowo Subianto dalam kampanye 02 di GBK kemarin menegaskan, rakyat Indonesia tidak akan terpengaruh dengan isu-isu tidak produktif terkait Islam dan negara ini.

“Ustadz-ustadz kita, kiai-kiai kita, selalu mengajarkan (bahwa) Islam Indonesia adalah Islam rahmatan lil alamin,” tegasnya di depan jutaan massa.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad ZainuddinislamKampanye Akbar GBKKhilafahMPRNKRIpancasilaPilpres 2019
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran William Selesai Magang di Dinas Intelijen Inggris
Tulisan selanjutnya Habib Hanif Menjawab Tuduhan seputar Shaf Shalat Jamaah di GBK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?