Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemilu di Kuala Lumpur WNI Membludak, Antrean 400-an Meter

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2019 19:28 7:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2019 18:30
Bagikan
Antrean WNI untuk melakukan pencoblosan Pilpres 2019 di Wisma Duta RI, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (14/04/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemilihan umum 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia, digelar hari ini, Ahad (14/04/2019) sesuai jadwal. Pada pemilu tahun ini, terjadi antrean panjang calon pemilih. Antara lain disebabkan, dari 89 tempat pemungutan suara (TPS), digabung menjadi 3 TPS.

Ketiganya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia, Wisma Duta Republik Indonesia, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Menurut kabar sebagaimana dilaporkan kontributor Malaysia, Ditto, dimulainya pemungutan suara di ketiga tempat tersebut tidak tepat waktu. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan atau antrean panjang calon pemilih di luar TPS.

Proses pemungutan suara dibuka pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Namun tidak serta merta langsung bisa dilakukan proses tersebut, ada beberapa kendala. Di SIKL, misalnya, komputer server ke Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) kadang hidup, kadang mati. Sehingga menghambat proses pemungutan pada pagi hari.

Pemilu kali ini, antusias para calon pemilih begitu tinggi, turut menyumbang terjadinya antrean panjang di luar tempat pemungutan suara. Warga negara Indonesia (WNI) yang akan memilih membludak, berbaris mengular, diperkirakan dengan panjang antrean sekitar 300-400 meter. Hal itu misalnya terlihat di Wisma Duta.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dan di beberapa tempat, di depannya SIKL malah lebih parah. Kerumunan begitu banyak,” lapornya.

Tampak WNI berdiri di pinggir jalan raya, mempengaruhi arus lalu lintas. Sejumlah polisi diraja Malaysia dan petugas dinas lalu lintas setempat berjaga-jaga dan membantu kelancaran arus kendaraan.

Menariknya pula, para pendukung kedua capres-cawapres 01 dan 02 tetap akur. Tampak dari mereka meskipun berbeda namun mengantre bersama. “Tidak boleh gaduh,” ucap salah seorang wanita.

Sementara itu teriakan dan aksi mendukung kedua capres dilakukan kedua pendukung dengan suasana yang tetap terkendali.

Karena membludaknya calon pemilih, akhirnya Ketua PPLN Kuala Lumpur Agung Cahya Sumirat memutuskan, bahwa calon pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) bisa memilih dari pagi.

Sedangkan bagi yang tidak masuk DPT alias masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK), akhirnya diperbolehkan masuk untuk mencoblos pada pukul 12.00 waktu setempat.

Menurut laporan, penumpukan seperti itu tidak terjadi pada pemilihan presiden 2014 silam. Apa yang membuat Pilpres 2019 kali ini situasinya berbeda?

Menurut Abdul Aziz, salah seorang WNI, situasi pilpres saat ini berbeda dengan pilpres 2014. “Luar biasa,” ungkapnya ditemui di sekitar Wisma Duta.

Luar biasa yang dimaksud, kata dia, karena terjadi peningkatan dukungan dari kedua paslon capres-cawapres dibanding Pilpres 2014. “Sama-sama banyak gitu ya,” ujarnya ditemui di lokasi.

Ditanya soal bagaimana pelayanan pemerintah Indonesia dalam proses pemilu 2019 ini, ia menilai tidak bagus. Apanya? “Soalnya coba lihat daripada sekarang, aturannya (seharusnya, Red) tuh sekarang sudah naik, dimasukin 10 – 10 orang untuk nyoblos. (Pilpres) yang kemarin kan teratur. Tidak ada (antrean panjang,” ungkapnya.

Hingga sore hari waktu setempat, dilaporkan hujun turun sangat lebat dan antrean tidak bergeming dari tempatnya.

Penumpukan WNI untuk melakukan pencoblosan Pilpres 2019 di Wisma Duta RI, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (14/04/2019). [Ditto]
Sebelumnya, sebagaimana diketahui, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, mengatakan Pemilu 2019 di Malaysia metode TPS luar negeri (TPSLN) tetap digelar hari ini, Ahad (14/04/2019).

TPSLN merupakan metode terakhir untuk Pemilu 2019 di Malaysia. Pemilu dengan metode TPSLN digelar di lima negara bagian di Malaysia hari ini. Kelima negara bagian itu, yakni Kuala Lumpur, Kinabalu, Kuching, Penang dan Tawau.

Sementara itu, dua metode pemilihan lain, yakni kotak suara keliling (KSK) dan metode pos sudah selesai digelar sejak akhir Maret lalu.

Baru-baru ini terungkap kasus surat suara tercoblos untuk capres 01 di dua tempat di Selangor, beberapa hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. KPU pun tetap melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kasus itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kuala LumpurMalaysiaPemilu 2019Pilpres 2019PPLN Kuala Lumpursurat suara tercoblos JokowiWNI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinas Intelijen: ISIS Masih Dapat Melakukan Serangan di Jerman
Tulisan selanjutnya Pecinta Al-Aqsha Tebar Semangat Pembebasan Palestina ke Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?