Hidayatullah.com– Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan upaya kriminalisasi terhadap ulama harus dihentikan, kalau memang narasi berbagai pihak yang bertarung pada Pilpres 2019 serius ingin melakukan rekonsiliasi.
Selain hentikan kriminalisasi, mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini menilai perlunya dibangun toleransi yang otentik.
Kemudian, kata mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini, hentikan narasi menstigma radikalis terhadap suatu kelompok.
Termasuk, tambah Dahnil, jika serius mau rekonsiliasi, sebaiknya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dipulangkan ke Indonesia.
“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yang otentik, stop narasi-narasi stigmatisasi radikalis, dan lain-lain,” ujarnya, semalam lewat akunnya di Twitter, pantauan hidayatullah.com pada Jumat (05/07/2019) pagi.
Dahnil juga mengatakan, Indonesia sudah melalui banyak hal terkait perbedaan sikap politik dan bisa dilalui dengan baik.
“Yang jadi masalah adalah ketika ada intelektual yang abai dengan perbedaan itu,” ujarnya menanggapi kicauan salah satu akun.
Narasi rekonsiliasi tersebut ramai diserukan mengingat polarisasi yang terjadi di antara pendukung selama Pilpres 2019. Sejumlah kalangan berpendapat Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo mesti segera bertemu dan melakukan rekonsiliasi demi meredakan tensi politik di masyarakat.
Sementara Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera sebelumnya mengajak semua koalisi yang mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 dan rakyat Indonesia menjadi oposisi konstruktif Presiden Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin.
“Saatnya membangun oposisi kritis dan konstruktif. Untuk pembangunan bangsa berkelanjutan yang efektif perlu dikawal bersama, agar kesalahan-kesalahan periode sebelumnya bisa diperbaiki untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya dalam siaran persnya kepada hidayatullah.com, Jumat (28/06/2019).*