Hidayatullah.com– Meskipun gempa berkekutan 7,2 SR yang menguncang wilayah Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), tidak menimbulkan tsunami, namun guncangannya yang begitu kuat membuat ratusan rumah rusak.
Bahkan, satu warga meninggal dunia akibat gempa tersebut. Korban jiwa bernama Aisyah berusia 45 tahun, meninggal dunia setelah tertimpa bangunan yang roboh saat terjadi gempa.
Sementara itu, relawan dari Tim SAR Hidayatullah telah bergerak menuju lokasi gempa semalam.
“SAR Nas Hidayatullah bergerak dilepas oleh Bapak Wali Kota Ternate,” ujar Harun pengurus pusat SAR Hidayatullah kepada hidayatullah.com, Senin (15/07/2019) pagi.
Tim SAR tersebut bergerak menuju Pulau Sofifi, Halmahera Selatan. Tim bergerak untuk melakukan aksi kemanusiaan.
Informasi mengenai jatuhnya korban tewas akibat gempa tersebut juga dipastikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Pasca Gempa 7.2 SR,14-Jul-19, pukul 16:10:51 WIB, Kedalaman 10 Km Lokasi : 62 km TimurLaut LABUHA-MALUT. Update Pkl. 19.30 WIB, Pusdalops BNPB tercatat sudah terjadi 30 x Gempa Susulan. Korban Jiwa di Kec. Gane : 1 orang meninggal dunia (MD) an. Ibu Aisyah,” lapor akun resmi @BNPB_Indonesia di twitter, Ahad malam.
Baca: Gempa 7,2 SR Maluku Utara terasa Sampai Sorong & Raja Ampat
Bupati Halsel, Bahrain Kasuba, juga memastikan, akibat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,2 tersebut, satu warga Gane Luar yaitu Aisyah meninggal dunia.
Kata Bupati, akibat gempa, sejumlah bangunan pemerintah dan warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi dari Kepala Desa Wayatim, kurang lebih 60 rumah warga roboh di akibat gempa. “Hanya bangunan masjid dan polindes yang masih utuh, sementara semua rumah warga roboh,” ujar Bupati, Ahad kutip media lokal Indotimur.com.

Sedangkan di Desa Dowora, sebanyak 20 rumah warga roboh dan di Saketa, kantor Polsek rusak dilanda gempa.
Untuk memantau situasi pasca gempa di wilayah Gane, Bupati telah memerintahkan camat dan kepala desa di wilayah Gane untuk terus memantau situasi dan kondisi paca terjadi gempa berkekutaan 7,2 SR.
“Kami punya pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa, sehingga diperintahkan untuk segera memantau dan mengamankan masyarakat yang mengungsi,” ujarnya.
Disebutkan bahwa seluruh masyarakat di wilayah Gane sudah mengamankan diri ke tempat pengungsian.*