Hidayatullah.com– Kursi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) akhirnya terisi, setelah 35 hari dibiarkan kosong pasca Jenderal Idham resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada 1 November lalu.
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menunjuk Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri.
Demikian tercantum pada Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3229/XII/KEP./2019 tanggal 6 Desember 2019.
Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan hal itu.
“Ya betul. Pengisian jabatan Kabareskrim oleh Irjen Pol Listyo Sigit. Mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri sebagai meritokrasi, regenerasi, tour of area dan dalam rangka mengoptimalkan kinerja organisasi,” ujar Dedi di Jakarta, Jumat (06/12/2019) kutip Antaranews.
Diketahui, Listyo Sigit Prabowo merupakan mantan ajudan Presiden Jokowi pada tahun 2014 lalu sebelum naik pangkat jadi Kapolda. Listyo Sigit pernah menjadi Kapolres Pati, Wakapoltabes Semarang, Kapolres Solo, dan Kapolda Banten.
Beberapa waktu lalu Listyo Sigit mendapatkan penolakan oleh sejumlah ulama Banten untuk menjadi Kapolda Banten.
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Faiz Rafdhi Chusnan, mengatakan, siapapun Kabareskrim Polri, umat Islam tentu yang pertama mendapatkan imbas kebijakan yang diambil.
Sehingga, ia berharap Kabareskrim Polri yang baru nanti merupakan sosok yang dekat dengan umat Islam dan ulama.
“Saat ini posisi Kabareskrim masih kosong. Tentu kami berharap posisi yang ditinggal dapat diisi oleh sosok yang profesional, namun juga memahami kultur keragaman Indonesia serta mayoritas agama yang ada di Indonesia,” ujar Faiz dalam siaran pers dikutip di Jakarta, Jumat (08/11/2019).
Faiz menilai, sebaiknya Kabareskrim diisi oleh orang yang mengerti, memahami, dekat dengan umat Islam dan khususnya ulama atau tokoh-tokoh ormas Islam.
Sebab, jelas kata Ketua STMIK Muhammadiyah Jakarta ini, ulama lah yang paham akan kebutuhan umat.
Baca: Kabareskrim Baru Diharapkan Dekat dengan Umat Islam dan Ulama
Mutasi Jabatan Polri
Pada surat telegram tersebut, terdapat pula mutasi beberapa perwira tinggi dan menengah lainnya. Antara lain Kabaharkam Polri Komjen Pol Firli Bahuri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri, mengingat sebentar lagi Firli akan dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adapun yang mengisi posisi Kabaharkam Polri selanjutnya adalah Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.
Asops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin ditunjuk sebagai Kapolda Sumut.
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak dipercaya mengisi jabatan yang ditinggalkan Martuani, yaitu selaku Asops Kapolri.
Lalu, Brigjen Pol Tornagogo Sihombing sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri akan mengisi jabatan Kapolda Papua Barat.
Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang sebelumnya menjabat Karobinopsnal Bareskrim Polri diberi kepercayaan menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.
Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri juga dimutasi, ia dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Aslog Kapolri.
Ahmad Dofiri bertukar jabatan dengan Aslog lama, yaitu Irjen Pol Asep Suhendar. Asep menempati posisi Dofiri menjadi Kapolda DIY.*