Hidayatullah.com– Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengapresiasi pemulangan kembali (repatriasi) 977 WNI dari Malaysia. Diharapkan, langkah ini dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut di daerah asal masing-masing.
Demikian ditegaskan Mufida menyikapi program repatriasi sebagai hasil kerja sama KBRI Kuala Lumpur dengan Jabatan Imigresen Malaysia, KJRI Johor Baru, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Sosial RI, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Sebagaimana diberitakan, para WNI yang sebagiannya merupakan kelompok rentan (perempuan dan anak-anak) tersebut, dipulangkan dari tahanan-tahanan imigrasi di seluruh wilayah Semenanjung Malaysia. Sejak April 2019 sebanyak 977 WNI yang terdiri atas 910 orang dewasa dan 67 bayi serta anak-anak telah dipulangkan ke Indonesia.
“Setelah pemerintah memulangkan ratusan WNI, saat ini yang terpenting adalah bagaimana solusi recovery (pemulihan) dan revitalisasi kehidupan mereka di daerah asal,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini dalam siaran persnya kepada hidayatullah.com, Senin (09/12/2019).
Menurut Mufida, upaya pemulihan dan revitalisasi tersebut melalui pemberdayaan dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Pertama, pemulihan mentalitas dan mindset, agar ada semangat hidup lebih positif bagi Repatriasi WNI di daerah asalnya. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan bimbingan mental spiritual, tersedianya konselor bahkan lembaga konseling di daerah asal agar trauma yang sedang dialami dengan cepat ditangani.
Kedua, perlu dilakukan upaya konkret dan signifikan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi, di antaranya dengan memberikan pelatihan wirausaha rumah tangga, kerja sama permodalan Kredit Usaha Kecil (KUK) dengan institusi perbankan, kerja sama kepemilikan rumah tinggal atau kendaraan bermotor dengan institusi keuangan.
Ketiga, memberi perhatian pada prestasi dan taraf pendidikan anak pekerja migran dengan bimbingan belajar gratis, beasiswa berprestasi, dan kreativitas program.
Mufida melanjutkan, yang keempat adalah membentuk Forum Informasi dan Komunikasi sebagai wadah komunikasi bersama antara mereka, agar saling mengetahui apa yang akan dilakukan serta keberhasilan apa yang bisa ditiru.
Mufida menambahkan, upaya-upaya pemulihan dan pemberdayaan tersebut pada tahap awal bisa difokuskan pada daerah asal pemulangan PMI dari Malaysia sebagai proyek percontohan.
Selanjutnya, bisa dikembangkan kepada daerah-daerah yang menjadi kontributor utama pekerja migran nasional, yaitu Jawa Barat (Cirebon, Indramayu, Subang, Cianjur, dan Sukabumi), Jawa Timur (Ponorogo, Malang) dan Nusa Tenggara Barat (Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur).
Menurutnya, pemerintah jangan hanya berhenti pada langkah pemulangan saja. Tapi harus diperhatikan dan dilakukan pendampingan pasca pemulangan sehingga para Repatriasi WNI bisa membangun masa depannya yang lebih baik di daerah asal.*