Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sekjen: China Tidak Bisa Dikte NU terkait Isu Uighur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Desember 2019 14:24 2:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Desember 2019 14:24
Bagikan
Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini di kantor PBNU, Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Sekretaris Jenderal HA Helmy Faishal Zaini menegaskan bahwa NU tak bisa didikte oleh siapapun termasuk China, khususnya terkait penindasan terhadap etnis Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China.

“Nahdlatul Ulama merupakan organisasi sosial keagamaan yang independen dan tidak terikat dan tidak bisa didikte oleh pihak manapun,” ujar Helmy di Jakarta, kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).

Sekjen juga menjelaskan pemberitaan yang tidak benar dari Wallstreet Journal mengenai “adanya rayuan dan bujukan” Pemerintah China terhadap sejumlah lembaga dan ormas Islam termasuk NU agar tidak berkomentar soal Muslim Uighur.

“Pemberitaan itu sama sekali tidak benar. Tidak ada aliran dana apapun bentuknya terkait dengan isu Muslim Uighur,” ujar Helmy kutip Antaranews.

Baca: Muhammadiyah Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas ke China soal Pelanggaran HAM Uighur

Sekjen mengatakan bahwa sikap NU sejak awal sudah jelas terkait krisis kemanusiaan yang menimpa Uighur. Prinsipnya, NU menolak segala bentuk kekerasan dan perlakuan yang mencederai kemanusiaan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pada Februari 2019, sebanyak 15 orang delegasi ormas Islam Indonesia beserta tiga wartawan nasional mengunjungi beberapa kawasan di Xinjiang untuk melihat dinamika kehidupan keseharian etnis Uighur khususnya dalam mengekspresikan keagamaannya.

Beberapa saat setelah kunjungan itu, muncul berita di media asing yang menuduh tiga ormas Islam yaitu Majelis Ulama Indonesia, NU, dan Muhammadiyah menerima suap agar tidak berkomentar soal Uighur.

Ketua Hubungan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah Muhyiddin Junaidi yang merupakan salah satu rombongan dalam kunjungan itu mengatakan bahwa kehidupan Uighur yang ditunjukkan kepadanya terlihat banyak rekaan.

Muhyiddin mengungkapkan, ada sejumlah pengaturan sehingga warga Muslim Uighur terlihat dapat mengekspresikan keagamaannya. Padahal terjadi banyak pembatasan kehidupan Uighur termasuk spionase dan tindakan represif China terhadap etnis minoritas di kawasan itu.

Baca: China Menghapus Data-data Sensitif setelah Informasi Bocor terkait Kamp Penahanan Muslim Uighur

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Pemerintah China telah lama berjuang dengan 11 juta Uighurnya, etnis minoritas Turki asli Xinjiang, provinsi barat jauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Komunis China telah menahan satu juta atau lebih etnis Uighur dan minoritas lain di kamp-kamp.

Pemerintah lokal China sedang menghapus data dan menghancurkan dokumen setelah dokumen rahasia yang berisi tentang informasi kamp-kamp penahanan massal Uighur dan minoritas Muslim lainnya bocor ke publik, menurut empat orang yang berhubungan dengan pegawai pemerintahan di sana lapor kantor berita Independent pada Ahad (15/12/2019).

Sementara Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut membantah isu suap tersebut, menyesalkan pemberitaan media asing itu.

“Menyesalkan pemberitaan Wallstreet Journal yang menyebutkan adanya fasilitas dan lobi-lobi Pemerintah Tiongkok terhadap PP. Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia sebagai upaya mempengaruhi sikap politik Muhammadiyah, NU, dan MUI atas permasalahan HAM di Xinjiang. Pemberitaan tersebut sangat tidak berdasar dan fitnah yang merusak nama baik Muhammadiyah, NU, dan MUI. Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak agar Wallstreet Journal meralat berita tersebut dan meminta maaf kepada warga Muhammadiyah. Apabila hal tersebut tidak dipenuhi, Muhammadiyah akan mengambil langkah hukum sebagaimana mestinya,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pernyataannya kepada pers di Jakarta, Senin (16/12/2019).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHelmy Faishal ZainiMuhammadiyahMuslim UighurNUPBNUuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelayanan Ambulans ini Gratis Bagi Warga Yogyakarta
Tulisan selanjutnya Rakernas Hidayatullah Kuatkan Dakwah-Pendidikan untuk Indonesia Bermartabat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?