Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Menghapus Data-data Sensitif setelah Informasi Bocor terkait Kamp Penahanan Muslim Uighur

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 Desember 2019 13:37 1:37 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 17 Desember 2019 13:37
Bagikan
Sebuah kamera keamanan ditempatkan di bagian Kota Tua yang telah direnovasi di Kashgar, Xinjiang, China.
Bagikan

Hidayatullah.com-Pemerintah lokal China sedang menghapus data dan menghancurkan dokumen setelah dokumen rahasia yang berisi tentang informasi kamp-kamp penahanan massal Uighur dan minoritas Muslim lainnya bocor ke publik, menurut empat orang yang berhubungan dengan pegawai pemerintahan di sana lapor kantor berita Independent pada Ahad (15/12/2019).

Mereka mengaku pejabat regional di provinsi Xinjiang juga memperketat kendali atas informasi dan telah melakukan pertemuan tingkat tinggi pasca kebocoran informasi tersebut.

Para pejabat membahas cara menanggapi kebocoran tersebut dalam pertemuan di markas regional Partai Komunis China (CCP) di Urumqi, ibukota Xinjiang, beberapa sumber mengatakan.

Mereka berbicara dalam kondisi anonim karena mengkhawatirkan keselamatan diri mereka, keluarga, dan pegawai pemerintah lain.

Pertemuan tingkat tinggi dilaksanakan beberapa hari setelah New York Times mempublikasikan pidato-pidato internal para pemimpin tinggi termasuk Xi Jinping, Presiden China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka melanjutkan setelah Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) bekerja dengan organisasi berita untuk menerbitkan pedoman rahasia untuk mengoperasikan pusat-pusat penahanan dan instruksi bagaimana menggunakan teknologi untuk menarget orang-orang.

Baca: China membayar Facebook dan Twitter untuk Sebarkan propaganda anti-Muslim

Pemerintah China telah lama berjuang dengan 11 juta Uighurnya, etnis minoritas Turki asli Xinjiang, provinsi barat jauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Komunis China telah menahan satu juta atau lebih etnis Uighur dan minoritas lain di kamp-kamp.

Pemerintah Xinjiang dan kementerian luar negeri China belum secara langsung menyangkal keaslian dokumen, yang melalui ketua Partai Komunis cabang Urumqi Xu Hairong menyebut laporan yang bocor tersebut “penyimpangan informasi dan fitnah yang keji”.

Pemerintah lokal tidak menanggapi faks yang dikirimkan untuk mengomentari penangkapan, pembatasan ketat informasi dan langkah lain terkait kebocoran informasi.

Informasi nampaknya semakin diperketat. Beberapa pengajar universitas dan pekerja distrik di Urumqi telah diinstruksikan untuk menghapus data sensitif dari komputer, telepon genggam dan penyimpanan cloud dan menghapus grup-grup media sosial pekerjaan, menurut salah satu Uighur dengan pengetahuan langsung tentang situasi tersebut.

Dalam kasus lain, pemerintah tampaknya menyita bukti penahanan. Seorang Uighur lain yang telah ditahan di Xinjiang bertahun-tahun sebelumnya mengatakan dua minggu lalu mantan istrinya meneleponnya dan memohon untuk mengirim surat pembebasan kepadanya, mengatakan delapan petugas telah mendatangi rumahnya untuk mencari surat pembebasan itu dan mengancam akan memenjarakannya seumur hidup jika dia tidak memperlihatkan itu.

“Ini masalah lama, dan mereka sudah tahu saya pernah berada di luar negeri untuk waktu yang lama,” katanya. “Fakta bahwa mereka tiba-tiba menginginkan ini sekarang berarti tekanan pada mereka sangat tinggi.”

Beberapa pegawai pemerintahan telah ditangkap ketika negara menyelidiki sumber kebocoran ini.

Baca: Dewan AS Menyetujui “Undang-undang Uighur”, Desak Sanksi terhadap Pejabat China

Dalam satu kasus, satu keluarga di dinas sipil ditangkap. Abduweli Ayup, seorang ahli bahasa Uighur yang mengasingkan diri, mengatakan saudara istrinya di Xinjiang – termasuk orang tua, saudara kandung dan iparnya – ditangkap tidak lama setelah informasi yang bocor itu dipublikasikan, mengkalim mereka tidak memiliki hubungan dengan kebocoran sejauh yang dia ketahui.

Dia mengatakan beberapa orang yang berhubungan dengan sanak saudara mereka di luar China juga diselidiki dan ditahan.

Tidak diketahui berapa banyak yang ditahan sejak terjadinya kebocoran informasi.

Pada awal minggu lalu, seorang perempuan Uighur di Belanda mengatakan pada de Volkskrant, harian berbahasa Belanda, bahwa dia adalah sumber dari dokumen yang dipublikasikan oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional.

Asiye Abdulaheb mengatakan bahwa setelah dia memposting satu halaman di media sosialnya pada Juni, agen-agen pemerintah China mengiriminya ancaman pembunuhan dan berupaya merekrut mantan suaminya untuk memata-matainya.

Dokumen-dokumen yang dibocorkan menjabarkan strategi China yang dengan sengaja menahan etnis minoritas bahkan sebelum mereka melakukan kejahatan dan mencuci otak mereka dan mengubah bahasa yang mereka gunakan.

Dokumen juga mengungkapkan bahwa fasilitas-fasilitas yang Beijing sebut “sekolah pelatihan kejuruan” adalah pusat pendidikan ulang paksa ideologis dan perilaku yang dijalankan secara rahasia.

Selain itu dijelaskan pula bagaimana Beijing mempelopori sebuah bentuk pengendalian sosial menggunakan data dan kecerdasan buatan. Melalui data yang dikumpulkan oleh teknologi pengawasan massal, komputer-komputer mengeluarkan nama puluhan ribu orang untuk diinterogasi atau ditahan hanya dalam satu minggu.

Minggu lalu, Dewan Perwakilan Amerika Serikat dengan suara bulat menyetujui Undang-Undang Kebijakan Hak Asasi Manusia Uighur, bertujuan untuk menekan China atas penahanan massal di Xinjiang.

Pemerintah Beijing langsung mengecam UU itu dan menyebutnya campur tangan asing.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaMuslim Uighurpartai komunis chinauighurUrumqixinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti Genosida: Muslim di Kashmir dan Assam Satu Langkah menuju Pemusnahan
Tulisan selanjutnya Pelayanan Ambulans ini Gratis Bagi Warga Yogyakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?