Hidayatullah.com- Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai, proyek pembuatan pesawat N-219 oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sepatutnya didukung oleh Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah.
Ia mengatakan, hal itu diperlukan supaya hasil karya putra-putri terbaik bangsa Indonesia ini dapat diproduksi secara berkesinambungan.
Mulyanto menilai spesifikasi pesawat N-219 ini sangat cocok untuk kondisi wilayah kepulauan Indonesia. Pesawat dua mesin yang mampu mengangkut 19 orang ini dapat diterbangkan dengan landas pacu yang pendek.
Kalau penggunaan pesawat N-219 digencarkan, ia perkirakan akan membantu meningkatkan mobilitas orang dan barang antar pulau di wilayah Indonesia timur dan di wilayah-wilayah terluar, terpencil dan terdepan, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Mulyanto mengaku, saat menjabat sebagai Sekretaris Menteri Ristek, ia mengikuti betul bagaimana tahap awal pesawat ini dikembangkan oleh LAPAN dan BPPT untuk kemudian diproduksi oleh PTDI, yang dulu bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).
“Semua dipersiapkan secara baik dan memenuhi standar yang ditentukan. Karena itu saya yakin betul pesawat ini akan mempunyai daya saing dan layak diberi acungan dua jempol,” ujarnya menegaskan dalam pernyataannya kepada media semalam (03/02/2020).
Secara teknologi pesawat buatan PTDI ini dinilai tak kalah dibandingkan dengan produksi setipe dari negara lain.
Malah, lanjut Mulyanto, pada beberapa bagian pesawat produksi PTDI memiliki nilai lebih. Sehingga, wajar kalau produk ini didorong untuk menjadi produk kebanggaan bangsa Indonesia.
Sebelumnya, pada rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan pimpinan Kementerian Pertahanan, LAPAN, PTDI, BPPT, dan PT LEN di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Senin (02/02/2020), Mulyanto meminta jajaran pimpinan PTDI membuat perencanaan yang matang, agar sertifikasi dan proses produksi N-219 ini bisa terwujud.
Katanya, pihak direksi PTDI harus bisa menyakinkan Pemerintah, calon pembeli dan investor, bahwa pesawat yang akan diproduksi ini benar-benar unggul, agar pasar pesawat baling-baling ini merespons positif.
“Kita harus mencari terobosan pasar, agar produk pesawat N-219 tidak mengulangi kekurangan yang pernah dialami oleh N-250. Kita sangat kagum dengan keberhasilan N-250 tapi sayangnya tidak diikuti dengan permintaan pasar yang tinggi,” katanya.
Seiring dengan hadirnya kepedulian Pemerintah, Mulyanto minta PTDI juga lebih meningkatkan kemampuan bisnis dan penetrasi pasar, jangan terlalu tergantung pada dukungan pemerintah. PTDI harus menyasar pasar swasta baik di dalam maupun di luar negeri.
“Dengan demikian perusahaan akan menjadi sehat,” ujarnya.*