Hidayatullah.com- Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengakui bahwa penyebaran coronavirus (virus corona) telah berdampak terhadap investasi di Indonesia.
Oleh karena itu, Luhut mengaku tengah mencari solusi yang disebut terbaik terkait hal itu.
Luhut menginginkan warga China tertentu yang akan bekerja diizinkan datang ke Indonesia. Padahal diketahui saat ini pemerintah Indonesia sedang menerapkan kebijakan larangan warga dari China masuk Indonesia, menyusul wabah virus corona (covid-19) yang terus menelan korban.
Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia hingga hari Jumat (21/02/2020) telah mencapai 2.244 orang. Sebagian besar korban adalah warga China, terutama di Wuhan, Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona.
Meski demikian, Luhut tetap mau warga China yang akan bekerja dengan status manajer level diperbolehkan masuk Indonesia.
“Setelah mereka dikarantina dua minggu di China, untuk masuk ke kita. Sebenarnya dari WHO tidak ada larangan orang datang dari China ke Indonesia kecuali provinsi Wuhan. Wuhan memang dilarang tapi selain dari itu tidak. Seperti yang di Malaysia itu juga berlakukan seperti hal semacam ini,” klaim Luhut di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/02/2020) kutip INI-Net.
Baca: Indonesia Larang Kedatangan Warga China, Setop Sementara Bebas Visa
Luhut mengakui bahwa salah satu potensi di depan mata yang bisa hilang karena dampak virus corona yaitu devisa dari sektor pariwisata. Luhut mengungkap, ada sebanyak 2 juta turis China yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun. Angka ini berpotensi lenyap akibat virus corona.
“Turis China ke dunia itu 173 juta, kita hanya 2 juta, jadi sangat kecil. Turis China ke Singapura 6 juta, turis China ke Jepang 6 juta dan seterusnya. Indonesia itu 2 juta saja udah pada ribut,” sebutnya.
Disebutkan bahwa di Indonesia timur saja, investasi sekitar US$ 5 miliar harus tertunda dampak virus corona. Antara lain proyek PT Vale. Katanya proyek yang sempat terkendala perizinan AMDAL itu kini sudah siap dibangun. Akan tetapi, saat perizinan AMDAL selesai proyek ini mesti tertunda.
Kata Luhut, saat mau konstruksi, terjadilah wabah virus corona sehingga sekarang pegawai dari China pun tertunda datang.
“Penundaan makin lama pegawai dari luar Indonesia itu berdampak pada jalannya investasi di kita,” akunya.*